Ada Apa Fadli Zon Ingin Ganti Nama Propinsi Jabar Menjadi Propinsi Sunda ?

0
568

BANDUNG, JABARBICARA.COM – Wakil Ketua DPR periode 2014-2019, Fadli Zon, mendukung perubahan nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Provinsi Sunda, karena dapat memperkuat aspek kebhinekaan masyarakat Tanah Air.

Kali ini dukungan datang dari anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon.
Fadli Zon menilai, aspirasi masyarakat di Jawa Barat yang menginginkan perubahan nama menjadi Provinsi Sunda sangat masuk akal. Sebab, kata dia, Tatar Sunda menjadi salah satu wilayah yang memiliki sejarah cukup tua di Indonesia.

Menurut dia, nama Sunda memiliki nilai sejarah yang cukup kuat dari berbagai peninggalan artefak, arkeologis. Ada yang mengatakan di abad ke-4, abad ke-2, bahkan Arca Domas di Bogor itu 5000 tahun yang lalu atau sebelum masehi,” ujar Fadli setelah mendengar pendapat para tokoh Kesundaan di Perpustakaan Ajip Rosidi, Kota Bandung, sehingga penggunaan nama Provinsi Sunda bisa memperkuat identitas bangsa dan kebhinekaan.

Secara faktual pun, kata Fadli, pada masa lalu terdapat istilah Kepulauan Sunda Besar dan Sunda Kecil. Bahkan, lanjut dia, dulu ada Negara Pasundan yang dipimpin oleh dua presiden.

Baca Juga:  Kepolisian Mumbai Tahan 10 Jamaah Tabligh WNI

“Saya juga mengusulkan Provinsi Sumatera Barat menjadi Minangkabau, jadi kenapa tidak, Jabar menjadi Sunda, karena menurut saya ini mayoritas adalah masyarakat etnis Sunda, karena keistimewaan di masa lalu juga,” kata Fadli Zon di Bandung, Selasa (10/11/2020

Politisi Partai Gerindra itu menguraikan, salah satu alasan lainnya terkait penggantian nama tersebut adalah mayoritas etnis yang berada di Jawa Barat itu adalah Sunda.

Zaman dulu pun, lanjut dia, Batavia masuk ke dalam teritorial Pasundan. “Kebudayaannya bahkan sampai masuk ke beberapa wilayah administrasi di Jawa Tengah,” tuturnya.

Ia tak menampik memang ada warga yang berasal dari Betawi atau Cirebonan yang belum menerima usulan ini. Kendati begitu, katanya, wacana ini bisa dimusyawarahkan.

“Saya kira masyarakat Betawi tidak ada masalah, begitu juga Cirebon karena percampuran budaya. Itu bagian yang perlu dimusyawarahkan sebagai usulan, saya kira wajar. Seperti saya sampaikan di United Kingdom itu ada England, Wales, dan di kita ada Aceh, Papua, Bali, Lampung dan Gorontalo,” katanya.

Baca Juga:  Terkait Bangub LSM Lagam pertanyakan kinerja PT POS, Uang Rp 30,000 Kemana ??

“Jadi menurut saya tidak ada masalah, itu tidak akan mengubah dan malah akan memperkuat di era globalisasi. Identitas kecil menjadi sangat penting,” katanya.

Dalam pertemuan itu, Fadli menganjurkan agar Kongres Sunda membuat naskah akademik yang diusulkan kepada anggota DPR RI di Jabar. “Saya akan mendukung, ini akan dibawa ke DPR, sebagai usul kemudian masuk ke dalam proleknas,” katanya.

Ketua SC Kongres Sunda Andri Kantaprawira mengatakan, sejak awal Fadli Zon telah mendukung rencana penggantian nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda seperti usulan Sumatera Barat menjadi Provinsi Minangkabau.

“Ternyata Sunda dan Minang memiliki kesamaan dalam hal kebudayaan. Minang punya kelebihan, Tanah Air mereka lebih terjaga,” katanya.

Baca Juga:  Jokowi Ingatkan Kepala Daerah jangan Lengah akan Covid-19

Dia juga tidak menampik usulan perubahan nama itu juga berpotensi mendapat pro dan kontra di tengah masyarakat. Maka dari itu, ia mengatakan perlu adanya musyawarah yang dilakukan oleh berbagai tokoh di Jawa Barat.

Menurut dia, nama adat atau suku bangsa yang dijadikan nama administratif suatu daerah merupakan hal yang biasa. Contohnya, kata dia, di Inggris ada Wales dan Skotlandia yang masuk ke dalam Britania Raya.

Selain itu, menurut dia, tidak menutup kemungkinan Provinsi Jawa Barat ini mengalami pemekaran. Karena, kata dia, jumlah penduduk dengan anggaran yang didapat dari pemerintah pusat.

Berbeda, katanya, dengan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang keseimbangan antara populasi dengan anggarannya yang cukup seimbang.

“Itu sudah kewajiban dimekarkan, seperti Bogor, ada tuntutan Bogor barat dan Bogor timur, jumlah penduduk Bogor saja sudah enam juta,” kata politisi Partai Gerindra itu.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here