Ada Apa Rizieq Shihab Muncul ke Publik Tak Garang Lagi Kepada Pemerintah ?

0
337

BOGOR, JABARBICARA.COM – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menegaskan dan membantah bahwa revolusi akhlak yang digaungkannya adalah untuk menurunkan Joko Widodo (Jokowi) dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia. Perlu diperhatikan lagi bukan untuk melakukan pemberontakan dan bukan untuk menggulingkan pemerintahan yang syah.

“Saya sampaikan soal revolusi ini, jangan ada yang berpikir revolusi akhlak itu pemberontakan, tidak betul,’’ ujar Rizieq saat acara Reuni 212 bertema Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh secara virtual pada Rabu (02/12/2020).

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab meminta maaf. Dia mengakui atas kehadirannya di tiga tempat di antaranya Bandara Soekarno-Hatta, Petamburan, Jakarta Pusat dan Megamendung, Jawa Barat membuat kerumunan.

Dia menambahkan, para ulama , kiai dan habib juga sedari awal diajarkan untuk tidak melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah. Siapapun yang menang dari hasil pemilu harus dihormati. Karena itu merupakan pilihan rakyat Indonesia. ’’Jadi tidak boleh melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah,’’ katanya.

Padahal saat ini tengah terjadi pandemi virus Corona atau COVID-19. Angka warga yang positif juga semakin hari semakin tinggi.

Dalam sebuah acara virtual yang dihadiri banyak umat, Habib Rizieq secara terang-terangan mengajak semua jemaahnya untuk taati protokol kesehatan. Habib Rizieq tak lagi garang, ucapannya yang biasanya menggebu-gebu, kini tak dia lakukan, alasannya demi menjaga kesehatan semuanya dan memutuskan mata rantai penyebaran virus mematikan itu.

Baca Juga:  Kisah Dokter Wanita Indonesia jadi Garda Depan Lawan Corona di Jerman

Dirangkum, ada sedikitnya empat pernyataan Habib Rizieq yang tidak lagi kontroversial, di antaranya

1. Minta maaf

Habib Rizieq Shihab meminta maaf kepada seluruh warga yang merasa tidak nyaman atas kegiatan di Bandara Soekarno-Hatta, Petamburan hingga Megamendung. Sebab, acara itu menimbulkan kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19.

Habib Rizieq Shihab ketika itu pulang dari Arab Saudi pada Selasa, 10 November 2020. Sebagian umat Islam berbondong-bondong menjemputnya langsung di Bandara Soekarno-Hatta, sehingga terjadi kerumunan massa.

Selain itu, Habib Rizieq menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat, 13 November 2020. Selanjutnya, Habib Rizieq acara di Markaz Syariah Megamendung, Jawa Barat.

Kemudian, Habib Rizieq menikahkan putrinya bernama Syarifah Najwa Shihab dengan Irfan Alaydrus sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar FPI di Jalan Petamburan, Jakarta pada Sabtu malam, 14 November 2020.

“Sekali lagi, saya minta maaf kalau dalam kerumunan membuat keresahan, kalau ada pihak-pihak yang tidak nyaman atau melakukan pelanggaran, itu di luar keinginan dan tanpa kesengajaan. Itu antusias umat rindu, cinta,” kata Habib Rizieq saat acara virtual pada Rabu, 2 Desember 2020.

Baca Juga:  Selain Kasus Motivasi Kerja dan Karir, Kini Seorang Anggota DPRD Garut Dilaporkan Ke Mapolda Jabar Terkait Dugaan Ancaman Pembunuhan

2. Hindari kerumunan

Habib Rizieq menegaskan, masyarakat harus menaati protokol kesehatan. Termasuk menjauhi kerumunan massa yang berpotensi memperluas penyebaran virus tersebut.

“Selamat bekerja. Ayo sama-sama menjaga protokol kesehatan, hindarkan kerumunan apa saja, kerumunan pilkada, kerumunan maulid, kerumunan haul, kerumunan apa saja kita hindarkan. Kita dukung upaya ulama dan umaro bagaimana secepatnya kita keluar dari pandemi ini,” tegasnya.

3. Setop kegaduhan

Habib Rizieq Shihab mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk menghentikan segala kegaduhan yang terjadi di Indonesia. Kini, Habib Rizieq mengatakan sangat terbuka untuk berdiskusi tentang kemajuan bangsa Indonesia.

“Saya minta semua pihak, ayo mulai hari ini setop kegaduhan. Mau sampai kapan kita terus bergaduh. Ayo buka pintu dialog, ayo kita diskusi, berargumentasi dengan sehat,” kata Habib Rizieq saat acara virtual pada Rabu, 2 Desember 2020.

Menurut dia, sebaiknya tidak ada yang berpikir negatif ketika mendengar frase revolusi akhlak. Tidak betul, kata Habib Rizieq, apabila revolusi akhlak ini dikaitkan dengan revolusi bersenjata maupun pemberontakan.

Baca Juga:  Punten, Pak Gubernur Jabar dan Pak Bupati Garut, jangan Salah Konsep

Karena, Habib Rizieq Shihab mengatakan, para habaib di Indonesia dididik oleh para guru dengan mazhab ahlussunnah wal jama’ah. Sehingga, tidak boleh ada upaya pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah.

“Kita ahlussunnah wal jama’ah, kita selalu membuka diri untuk dialog, diskusi, kita saling kritik dan saling memperbaiki. Kami tidak boleh melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah, tidak boleh,” jelas dia

4. Doakan kesembuhan yang kena COVID-19

Habib Rizieq Shihab mendoakan para ulama dan umaro yang sedang menjalani isolasi mandiri karena dinyatakan positif terinfeksi COVID-19, termasuk Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj. Protokol kesehatan COVID-19 pun ditegaskan harus dijalankan di tengah pandemi saat ini.

“Ulama dan umaro yang terkena COVID-19, semoga disembuhkan Allah SWT sehingga bisa menjalankan tugas sebagaimana mestinya, Insya Allah,” kata Habib Rizieq saat acara virtual pada Rabu, 2 Desember 2020.

Selain itu, Habib Rizieq juga mendoakan Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria agar diberi kesembuhan dari infeksi virus corona yang menimpanya.

“Kita doakan beliau sehat dan segera bertugas kembali seperti biasa supaya Jakarta menjadi thoyyibah,” ujarnya.


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here