Amin (48) Tukang Cukur Golodog yang Miliki Kerterbatasan Fisik Dapat Bantuan dari Wabup dan bank bij Garut.

0
58

GARUT, JABARBICARA.COM – Amin (48) sadar ia memiliki kekurangan. Namun kekurangannya itu tidak membuat ia berhenti berjuang untuk menghidupi keluarganya.

Memiliki keterbatasan tidak bisa berjalan sejak lahir, tidak menyurutkan langkah amin untuk mengais rejeki menjadi tukang cukur golodog to golodog meskipun dengan segala keterbatasan amin terus berjuang memberikan pelayanan terbaik kepada para penikmat jasanya.

Di era persaingan maraknya barbershop/tempat cukur kekinian, Amin tetap optimis dan penuh percaya diri para penikmat jasanya akan tetap setia meskipun alat pangkasnya terbilang masih manual seadanya ,seandainya ada yang ingin memakai jasanya Amin digendong oleh teman – temannya ke tempat tujuan.

Ketika dijumpai di kediamannya Amin sangat berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah dia ingin mempunyai alat pangkas modern guna menunjang keahlian mangkasnya.

Baca Juga:  Surya, Bocah Penderita Hidrosefalus Meninggal Dunia

Saya memimpikan punya alat pangkas rambut modern yang pakai listrik sambil tersenyum kearah kami dengan tatapan mata yang penuh dengan harapan dan alhamdulillah pada hari ini berkat bantuan dari pihak desa Cijambe mengajukan ke pak wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman serta ke bank intan jabar ( bij ) Garut alhamdulillah saya diberikan bantuan berupa uang untuk membeli alat pangkas modern.

Saya sangat berterima kasih sekali kepada bapak wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman dan bank bij Garut berkat bantuannya impian yang selama ini saya damba – dambakan menjadi kenyataan uang ini akan saya belikan alat pangkas.

Meskipun dengan segala keterbatasan Amin siap bekerja apa saja seperti halnya memijat membuat sangkar burung serta kerajinan tangan lainnya yang bisa di jual untuk menghidupi anak dan istrinya.

Baca Juga:  Korban Berjatuhan, Dua Ormas di Sukabumi Bentrok

Menurut Direktur Utama (Dirut) bank bij Dani Hadian mengatakan, hari ini kami memberikan bantuan kepada Amin, terlahir dengan keterbatasan fisik di kakinya. Kondisi fisik yang tidak sempurna sejak lahir tidak menjadikannya minder. Alih-alih terpuruk, ia justru bangkit mandiri ini bisa menjadi inspirasi buat kita semua.

Mereka tidak pernah meminta terlahir dengan kondisi keterbatasan fisik.Namun, hidup harus terus berjalan. Tidak ada cara lain selain mensyukuri dan membuktikan bahwa hidup sebagai penyandang disabilitas juga mampu selayaknya dan bahkan melebihi orang normal.

Keterbatasan fisik bukan menjadi halangan telah dibuktikan oleh amin.amin adalah salah satu contoh dari sekian banyak penyandang disabilitas yang menginspirasi. Tidak hanya menginspirasi para kaum disabilitas, tetapi juga orang yang memiliki fisik normal. (Atu RF/Jabi)

Baca Juga:  Nekat Gelar PTM Sembunyi-sembunyi, Wabup Buka Suara

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here