Ancam Bunuh dan Pukul Wartawan, Oknum Petugas Pelabuhan Dilaporkan

0
145

SUMENEP, JABARBICARA.COM– Seorang petugas di pelabuhan Gayam secara tiba-ada mengancam serta memukul Akhmadi, seorang wartawan Media Sindikat Post dan anggota Organisasi Pers Sindikat Wartawan Indonesia (SWI) wilayah Sumenep
Peristiwa terjadi di Pelabuhan Gayam OPP Klas III Sapudi, Sumenep, Jawa Timur, Jumat, (31/01/2020) sekitar 08.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi suatu pagi saat Akhmadi datang ke Pelabuhan Gayam untuk keperluan menurunkan pesanan paving stone untuk pembangunan Asta keramat Raden Angganiti.
“Tiba-tiba di pelabuhan Gayam ada petugas pelabuhan yang berlagak preman bernama Sainur Rahman biasa dipanggil Sinol. Tanpa basa basi atau bertanya dengan baik, tiba-tiba  mengeluarkan bahasa ancaman,” tutur Akhmadi. Minggu (02/02/2020).

“Ada apa wartawan ada disini, wartawan tukang lapor. Ayo diceburkan kelaut biar tidak pulang kerumahnya,” ucap Akhmadi menirukan perkataan Sinol. Dijawab dengan spontan oleh Akhmadi dalam nada santun, “Emangnya ada apa? Saya ke sini untuk turunkan paving pesanan saya dari perahu,” jawab Akhmadi kepada Sinol.

Baca Juga:  Hancur Terbakar, Sebuah Los Kayu di Jalan Sudirman Garut

Atas jawaban itu, lanjut Akhmadi, Sinol marah karena menganggap jawaban Akhmadi menantang Sinol. Merasa pelabuhan itu adalah daerah kekuasaan Sinol, setelah mendengar jawaban Akhmadi demikian, Sinol langsung memukul Akhmadi pada bagian kepala sebelah kanan. Tepat diatas telinga.
“Setelah memukul, dia pergi, dan saya melaporkan kejadian itu ke Polsek Sapudi,” ungkap Akhmadi.

Kapolsek Sapudi, AKP. M.Sakrani, SH., MH., saat dikonfirmasi terkait laporan pemukulan terhadap wartawan, mengatakan, Kanit dan Banit Reskrim sedang mengikuti acara pemberian reward.
“Proses lidik, Pak. Kanit dan Banit Reskrim masih ikut upacara pemberian reward atas penangkapan kasus pembunuhan di Sumenep,” jawab AKP. M. Sakrani.

Atas peristiwa yang menimpanya, Akhmadi tidak bisa menerimanya. Dia mengharapkan pelaku ancaman dan pemukulan dihukum.
“Atas kejadian yang saya alami, demi kehormatan Jurnalis, media saya, dan SWI, saya tidak terima atas kejadian ini. Oknum petugas Pelabuhan Gayam itu harus  dihukum seberat -beratnya. Atas sikapnya yang ala preman pelabuhan,” pungkasnya. (Sdktp)

Baca Juga:  Akibat Bencana Pergerakan Tanah, Seratusan Warga Sukaresmi Cianjur Mengungsi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here