Bamsoet: ‘Tidak Enak Hati dengan Jokowi’, Penawaran Motor Lisrik, 2.55 M, itu melebihi hasil lelang

0

JABARBICARA.COM— Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet merasa tidak enak hati dengan Presiden Joko Widodo akibat prank dari Muhammad Nuh, pemenang lelang motor listrik yang belakangan tak bisa melunasi pembayaran.Hal itu disampaikan Bamsoet dalam konferensi pers menjawab perkembangan dan isu terkait pelaksanaan konset amal “Berbagi Kasih dengan Bimbo” pada Minggu (17/05/2020).

“Karena hari-hari ini pasca konser sungguh luar biasa ramainya baik dunia maya maupun di dunia nyata sampai-sampai isu yang berkembang ini tampak liar, sehingga pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan. Jujur saja, saya sampai tidak enak hati dengan Pak Presiden dengan Setneg karena sebenarnya beliau tidak tahu apa apa,” kata Bamsoet dalam siaran pers yang tayang di YouTube BNPB Indonesia, Jumat (22/05/2020)

Baca Juga:  Peringati HUT Ke-53, AMS Distrik 005 Garut Siap Gelar Sarasehan, Expo Kreatif & Pagelaran Seni Budaya

Bamsoet menjelaskan, Jokowi hanya ingin berniat baik membantu penggalangan dana dalam konser amal tersebut dengan ikut melelangkam motor listrik.

“Beliau (Jokowi) hanya membantu, beliau hanya ingin membantu gagasan para seniman dan para pekerja seni yang sebelumnya datang pada saya,” kata Bamsoet.

Kekinian Bamsoet mengatakan ada penawar baru motor listrik yang sebelumnya dimenangkan oleh Nuh. Bahkan, lanjut Bamsoet, penawaran itu melebihi hasil lelang terakhir senilai Rp2,55 miliar.

Adapun siapa pemenang yang berani menawar motor listrik dengan harga tertinggi itu baru akan diumumkan siang ini.

“Tunggu saja, akan kami umumkan siang nanti. Harusnya kemarin akan kita umumkan, tapi terbentur hari besar,” kata Bamsoet.

Baca Juga:  PKK Kabupaten Garut, Gelar Pelatihan Leadership dan Manajemen Bagi Pengurus PKK Tingkat Desa dan Kecamatan

Untuk diketahui, Muhammad Nuh atau M. Nuh, pria yang sebelumnya memenangkan lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Jokowi seharga Rp 2,5 miliar, dikabarkan ditangkap aparat kepolisian.

Informasinya, warga dengan alamat di Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, Provinsi Jambi itu diamankan pada Kamis (20/5/2020) dini hari.

Masih menurut informasi, M. Nuh diduga melakukan penipuan, dan sampai saat ini belum melakukan pembayaran. Informasinya, ia bukan merupakan seorang pengusaha, melainkan hanya buruh harian.

Menanggapi hal ini, Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi menegaskan tidak ada penangkapan terhadap M. Nuh.  Diambil dari Suara.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here