Baznas Garut Latih Pengelolaan ZIS Tingkat UPZ Se-Kabupaten Garut

0
284

GARUT, JABARBICARA.COM– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut menggelar Bintek / Pelatihan Pengelolaan ZIS tingkat UPZ Desa/ Kelurahan se-kabupaten Garut, dengan tema “Baznas sebagai solisi untuk membantu pengetasan kemiskinan di Kabupaten Garut”, acara digelar di Gedung Islamic Center, Garut Kota, Kamis (27/02/2020).

Ketua Baznas Kabupaten Garut, Aas Kosasih mengatakan, bimbingan teknis ini untuk para pengurus ZIS tingkat Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Garut. Dihadiri 178 UPZ Desa dan kelurahan di tahap pertama, tahap kedua dan ketiga juga akan dilaksanakan, sampai seluruh Desa dan Kelurahan di Garut ini bisa menjadi pengurus dan juga diberikan Surat Keputusan (SK) dan akan diberikan bimtek.

“Maksud dan tujuan ini adalah, zakat itu bukan saja zakat penghasilan, tetapi ada dua yakni zakat fitrah dan zakat mal. Seperti sudah kita dimaklumi pada setiap menjelang lebaran, pasti kaum muslimin muslimat melaksanakan pengeluaran zakat fitrah, sementara zakat mal ini sebetulnya banyak sekali, ada 12 jenis zakat, dan zakat mal yang paling besar ada di pedesaan,” ujar Aas.

Baca Juga:  Warga Desa Girimukti Terima Bansos Gubernur Tahap 3, Masyarakat Girimukti Terimakasih pak Ridwan Kamil

Aas menambahkan, berbekal dari study banding dari Baznas Kabupaten Indramayu, dirinya tertarik ketika Kabupaten Indramayu Zakat mal di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan sebagainya. Sehingga perbulan, Baznas di Kabupaten Indramayu bisa mengumpulkan zakat mal pertanian minimal sebesar Rp. 750 juta per bulan.

“Alangkah baiknya setelah saya melihat potensi yang ada di pedesaan ini, untuk bidang sawah saja untuk padi saja itu data dari BPS, sampai 1 juta ton. Apabila 10%, 100.000 ton X Rp. 4 juta per ton-nya, adalah hampir Rp. 400 miliar, belum dari palawija dan lain sebagainya,setelah hitung-hitung data dari BPS ini, potensi di pedesaan lebih dari pada Rp. 800 miliar per tahun,” jelasnya

Baca Juga:  Camat Kersamanah Tegaskan Tempuh Perijinan Sebelum Revitalisasi Pasar Sukamerang

Disamping itu juga, Aas pernah Study Banding ke Desa Nangerang di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Disana ada Desa sadar Zakat.

“Bagaimana pengelolaan dengan baik, sehingga nilai dan kemanfaatan ZIS sudah dirasakan, bahkan desa ini terkenal di Jawa Barat dan Nasional, dan Baznas Kabupaten yang lainpun pernah berkunjung kepada desa tersebut,” ujar Aas.

Aas terinspirasi ingin menciptakan desa-desa di kabupaten Garut seperti desa tersebut. Oleh karena itu dirinya mendorong para pengurus ZIS ini, mudah-mudahan timbul desa sadar Zakat seperti desa Nangerang. Tidak mustahil desa di Garut bisa ada 10 atau 20 desa yang menjadi percontohan. (Mansyur)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here