BANJAR, JABARBICARA.COM — Cuaca ekstrim di wilayah Kota Banjar semakin meningkat, dan memungkinkan potensi bencana alam di Kota Banjar akan terjadi.
Dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam perlu ditingkatkan. Sehingga mampu menditeksi dan mengidentifikasi bencana yang akan terjadi.

Menurut informasi BMKG, bencana hydrometeorologi dengan curah hujan yang tinggi di Kota Banjar akan berlangsung sampai bulan Februari 2021 mendatang. Ada 13 titik rawan bencana alam longsor, dan angin kencang atau puting beliung. Sampai saat ini telah terjadi 56 bencana yang terdiri dari kebakaran, longsor dan puting beliung.

Sementara mitigasi kebencanaan di Kota Banjar sendiri sudah dipersiapkan dengan melakukan pelatihan kebencanaan dari BPBD, Tagana, PMI, TNI dan Polri. Seperti yang disampaikan oleh Wali kota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih kepada media selepas Apel Sinergitas Pemerintah Kota Banjar Dan TNI Polri Dalam Rangka Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Alun-alun Kota Banjar Jum’at (23/10/2020).

Baca Juga:  Forkopincam Kersamanah Menindak Lanjuti Surat Edaran Dari Dinas Diperindag Garut

” Sampai saat ini di Kota Banjar sudah ada pelatihan untuk kebencanaan dari BPBD, Tagana, PMI juga TNI – Polri, juga dengan peralatan yang sudah dilengkapi, ” ujar Walikota.

” dengan kondisi daerah di Kota Banjar, akses untuk sampai ke tempat terjadi bencana bisa cepat ditangani. Cuma sekitar 10 sampai 15 menit saja bisa langsung diatasi, ” Tambahnya.

Walikota pun berharap ke depannya masyarakat ikut mengantisipasi bencana dengan mengubah perilaku menjaga lingkungan. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dapat menjaga ekosistem untuk menghindari bencana apapun.

(A.Munir/Jie/JB)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here