Bikin Kaget Warga, Kawasan Stasiun Tanah Abang Jadi lebih Tertata setelah Jadi Kawasan TOD

0
116

JABARBICARA.COM— Wajah Stasiun Tanah Abang saat ini berbeda dengan sebelumnya setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penataan Stasiun sebagai wilayah beriorientasi transit atau transit oriented development (TOD) untuk angkutan umum.Kini setiap angkutan umum seperti mikrolet, bajaj, ojek pangkalan dan ojek online memiliki jalur khusus untuk menaikKan penumpang dan menurunkan penumpang di Stasiun, sehingga tidak berkerumun di bahu jalan.

Sebelum dilakukan penataan, setiap pagi terutama di bawah Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang terjadi kemacetan, imbas angkutan mikrolet yang ngetem.

Tak hanya angkutan umum mikrolet, keberadaan ojek online juga membuat kawasan itu kerap kali semrawut, apalagi para ojek online ini mengambil penumpang di sembarang tempat.

Salah seorang penguna Kereta Api di Stasiun Tanag Abang, Vini (30) mengatakan, kondisi di sekitar Tanah Abang jauh lebih bagus daripada sebelum dilakukan penataan ini.

“Saya juga baru naik KRL lagi ini. Kaget juga liat kok jadi bagus gini. Tapi emang lebih nyaman seperti ini sih menurut saya,” kata Vini, Selasa (02/06/2020).

Vini menyampaikan jika sebelum penataan Stasiun di lakukan, banyak kendaraan umum yang ngetem sembarangan hingga mengakibatkan kemacetan.

Baca Juga:  Kalimat Itu yang bikin Ahmad Dhani Dipenjara', Kata Mardani atas Pernyataan Armando

Hal serupa juga dikatakan oleh Denis (35) salah satu penguna kereta api.

“Jauh lebih rapi dan tertata kalo menurut saya, karena kan saya liat, kalo mau naik busway ada jalurnya, naik angkot ada jalurnya, naik ojol juga ada jalurnya sendiri, jadi ngak numpuk satu tempat,” katanya.

Salah seorang supir bajaj, Nur (57) mengatakan jika dirinya mengaku lebih nyaman seperti saat ini. Dengan kondisi saat ini, ia tak perlu khawatir tidak mendapatkan penumpang.

“Kalo ini kan gantian ya, jadi muter semua dapat penumpang. Kalo di depan kan penumpang mau ke kita ya kita berangkat, kalo sekarang berangkatnya dari depan, jadi bergantian masuk,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com, di Stasiun Tanah Abang tidak lagi  penuh angkutan umum ngetem di badan jalan menunggu atau menaikan penumpang.Kini angkutan umum seperti mikrolet memiliki jalur khusus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.Angkutan umum itu tidak lagi berhenti di bawah Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang yang justru menjadi pemicu kemacetan.

Baca Juga:  Pameran Relive The Myth Kembali Di Gelar. Ariesa : Pameran Ini Merupakan Luaran Wajib Yang Dijanjikan

Penataan Stasiun Tanah Abang sekaligus menyediakan jalur khusus kendaraan umum ini tidak hanya Mikrolet saja, melainkan ojek online.

Kini, para driver ojek online disediakan tempat khusus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Mereka tidak boleh lagi berada di bahu jalan.

Hal itu juga berlaku untuk ojek pangkalan yang telah mendapat tempat khusus. Begitu juga Bajaj memiliki jalur khusus sehingga tidak lagi berada di bahu jalan.

Setelah penataan TOD, Stasiun Tanah Abang menjadi tampak lebih luas yang memiliki jalur khusus pejalan kaki dan dilengkapi guiding block beratap.

Selain itu, ada pula papan petunjuk untuk masyarakat yang ingin menggunakan kendaraan umum.Papan informasi itu menunjukkan lokasi angkutan umum seperti Mikrolet, Bajaj, ojek pangkalan maupun Jaklingko hingga ojek online, dan halte busyway Metrotrans.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, saat ini Pemerintah Provinisi DKI tengah melakukan penataan di empat Stasiun di DKI Jakarta.Keempat stasiun tersebut yakni  Stasiun Juanda, Tanah Abang, Senen dan Sudirman.

Baca Juga:  Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden telah Menguak Borok Demokrasi Amerika, Kata Ketum PBNU

“Hari ini kita lakukak uji coba Stasiun Tanah Abang, besok kita lakukan uji coba Stasiun Senen lalu Jumat dilanjutkan Stasiun Sudirman. Inti penataan ini kita ingin adanya integrasi,” kata Syafrin Liputo, Selasa (02/06/2020).

Syafrin menjelaskan, integrasi itu berupa  pergerakan orang dan kendaraan, baik yang akan masuk ke Stasiun atau keluar Stasiun, terintegrasi antar moda dari rel ke jalan ataupun roda dua.

“Integrasi ini benar-benar kolaborasi yang lengkap dari Pemerintah Pusat dan DKI yang semuanya satu padu untuk mewujudkan integrasi yang utuh di lingkungan stasiun,” katanya.

Syafrin mengatakan, penataan kawasan Stasiun Tanah Abang ini cukup jelas perbedaanya dibandingkan sebelumnya.Saat ini, sudah terdapat layanan halte Transjakarta, ada tempat parkir ojek pangkalan, ojek online, dan angkutan Mikrolet, Jaklingko, serta Bajaj.

“Kita harapkan dengan penataan ini tidak terjadi lagi kemacetan lalu lintas pada jalan-jalan alteri atau lokal yang ada di kawasan Stasiun ini dan keseluruhan ada pengaturan dan pengaturan dari Satuan Tugas Pengawasan Stasiun,” ucapn Syafrin Liputo. Diambil dari Wartakotalive.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here