Gegara Belum Dibayar Lunas oleh Pengembang, Pemilik Tanah Tutup Akses Jalan ke Perumahan Warga


CIANJUR, JABARBICARA.COM -- Akses jalan utama menuju kavling perumahan Sirnagalih, Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ditutup permanen oleh pemilik tanah.

Penutupan akses jalan umum itu diduga dilakukan akibat pihak pengembang perumahan yang belum melunasi pembayaran kepada pemilik tanah.

Akibatnya puluhan keluarga yang ada di permukiman itu tidak memiliki akses jalan keluar masuk ke lingkungan mereka.

Seorang warga bernama Asep Ojos (40), mengaku kesal dan kecewa dengan penutupan akses jalan umum ke permukimannya itu. Padahal jalan itu, kata Asep, merupakan akses satu-satunya warga setempat untuk keluar masuk.

"Persoalannya diketahui sudah terjadi berpuluh tahun lalu. Padahal, kita warga telah melunasi pembayaran tanah ke pengembang. Namun, dari pengakuan pemilik tanah, pihak pengembang masih belum melunasinya. Sehingga mereka, menutup akses jalan menuju permukiman warga," jelas Asep kepada wartawan, Sabtu (02/07/2022).

Disebutkan Asep, persoalan itu sempat dikomunikasikan pihak warga dengan pengembang dan pemilik tanah. Namun tidak menemui hasil kesepakatan.

"Warga telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, karena kita sangat dirugikan. Saat ini warga tidak memiliki akses jalan keluar masuk, warga yang memiliki kendaraan terpaksa menyimpan kendaraannya di luar gerbang karena jalan masuk utama menuju permukiman ditutup benteng," katanya.

Warga lainnya, Nur Fatma Amalia mengatakan persoalan itu sudah terjadi sekitar 10 tahun lalu.

"Sejak awal kavling ini dijual dan dibangun warga sudah membayar lunas ke pihak pengembang. Tentunya, kita membayar bukan hanya tanah kavling tapi juga sekaligus fasilitas jalan umum menuju permukimannya," ujar Fatma.

Fatma mengungkapkan, terkait persoalan pengembang yang belum melunasi pembayaran sisa tanah ke pemiliknya, seharusnya tidak merugikan warga.

"Kuasa Hukum dari pemilik tanah bilang kita (warga) harus membayar sebesar Rp 1,5 juta per meter. Padahal awalnya kita beli kavling ini sudah termasuk jalan harusnya, kenapa sekarang kita harus bayar, lagian semua yang beli tanah di sini hampir sudah pada lunas," jelasnya.

Warga berharap akses jalan utama menuju permukiman mereka dapat kembali dibuka.

"Warga saat ini kebingungan, karena satu-satunya akses jalan ditutup permanen. Warga tidak bisa menggunakan akses tersebut untuk keluar masuk kendaraan, beberapa warga terpaksa menggunakan jalan lain atau melewati sawah," ucapnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pacet Ipda Dang Elvan Fauzi menyebutkan, pihaknya telah menerima aduan puluhan warga yang merasa dirugikan dengan ditutupnya akses jalan ke permukiman mereka.

"Kita baru mendapatkan aduan, sementara kita akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui duduk perkaranya. Saya meminta warga agar tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan hal apa pun," singkat Elvan. (Kmprn/**) 

 

 


0 Komentar :

    Belum ada komentar.