Hasil Screening Rapid Test pedagang dan pengunjung Pasar Gunung Batu, 3 orang Reaktif Covid-19

0
166

KOTA BOGOR, JABARBICARA.COM – Setelah berakhirnya masa pemberlakuan PSBB tahap 3, Kota Bogor melanjutkan dengan PSBB transisi hingga 4 Juni 2020.  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor bekerjasama dengan Perunda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor mengawali kegiatan PSBB transisi mengadakan kegiatan Screening Rapid-Test Massal di Pasar Gunung Batu.

Dari 200 orang sasaran pedagang dan pengunjung yang akan di Screen Rapid-Test massal hanya 186 pedagang dan pengunjung Pasar Gunung Batu menjalani pemeriksaan rapid test, Rabu (27/05/2020). Dari 186 orang yang diperiksa, hasilnya, tiga orang menunjukkan hasil reaktif..

Terkonfirmasi jabarbicara.com, Iwan Arif Kepala Unit Pasar Gunung Batu, mengatakan, hasil dari pemeriksaan Screening Rapid-Test ada 3 orang pengunjung yang dinyatakan reaktif Covid-19. Setelah didicek data di kami tidak ada nama ketiga orang yang dinyatakan reaktif di dalam paguyuban pedagang,” katanya.

Baca Juga:  BNPT Gandeng Pemuka Agama untuk Cegah Pengaruh Radikal Terorisme pada Generasi Milenial

Tiga pengunjung yang dinyatakan reaktif Covid-19 saat pemeriksaan langsung di data oleh dinas Kesehatan dan akan dijadwalkan mengikuti swab test dalam beberapa hari ke depan. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, rencananya kedepan Pasar Gunung Batu akan disemprot dengan disinfektan.

“Selama PSBB ini memang aktivitas di Pasar Gunung Batu cukup tinggi. Saya harap dengan dilakukan rapid test ini, pemetaan penyebaran bisa lebih efektif,” ujar Iwan.

Muzakkir Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Pakuan Jaya mengatakan, kami mengaku khawatir dengan adanya data yang menunjukkan reaktif Covid-19. Ia tak ingin keberadaan pasar justru menimbulkan klaster baru, ucapnya.

“Sebab dari beberapa rapid test yang dilakukan di pasar Bogor, pasar Kebon Kembang, dan pasar Gunung Batu, beberapa menunjukkan hasil reaktif.

Baca Juga:  Bupati Bogor, Terapkan "Semi Lockdown" di Kawasan Puncak

“Kami harus menunggu hasil swab terlebih dahulu. Kalaupun muncul klaster baru, kami siap untuk menanganinya dengan memperketat protokol kesehatan di pasar-pasar,” pungkasnya. (Amirudin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here