HEBOH.. Kartu KPM Bantuan BPNT di Desa Mekarluyu Ditahan Agen

0
389

GARUT, JABARBICARA.COM– Penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Mekarluyu Kecamatan Sukawening diwarnai isu tak sedap. Pemicunya karena Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) yang seharusnya dipegang oleh tiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM), ternyata dipegang oleh agen Mandiri salah satunya agen AO Ibrahim.

Dampaknya, KPM yang memperoleh kartu berupa ATM itu, tak bisa leluasa menggunakannya. Mereka harus mengambilnya terlebih dahulu kepada agen tersebut.

Kondisi ini bahkan berlangsung lama. mungkin Sejak program BPNT Mandiri Perluasan dari Kemensos digulirkan pada 2020. Informasi yang diperoleh media, KKS milik KPM di duga terjadi hampir semua desa di Kecamatan Sukawening dipegang oleh para agen masing-masing desa .

Baca Juga:  Sejak Awal Program BPNT Bergulir, Masih Ada Kartu KKS Belum Bisa Dicairkan

Saat saldo kartu itu sudah terisi Rp 200 ribu, agen ibrahim diduga telah bekerja sama dengan pihak oknum distributor barang , kemudian bergerilya, para Agen e-warung tersebut kemudian keliling untuk menukarkan uang di dalam ATM itu dengan barang, berupa beras dan telur sesuai yang tertera dalam pedum.

Hal ini jelas membuat penerima manfaat, tidak leluasa. Mereka yang kartunya sempat ditahan itu, hanya bisa memperoleh telur dan beras. Mereka pun tidak bisa memilih kualitas barang. Kalaupun kualitasnya kurang baik, tetap hanya bisa menerima saja.

“Di kampung saya, memang kartunya dipegang oleh agen. Tapi kebetulan, saya tidak mau dan menolak. Karena kalau dipegang sendiri, orang tua saya yang mendapatkan kartu, bisa leluasa belanja. Bisa mendapatkan kacang hijau, beras dan kebutuhan lain yang sesuai keinginan,” beber salah satu anak dari penerima program BPNT di desa Mekarluyu Kecamatan Sukawening tersebut.

Baca Juga:  Labelisasi KPM PKH, Mubarok Ahmad Ajak Warga Ikut serta Pantau & Evaluasi Penerima Program

Persoalannya bukan hanya di situ. Dengan sistem pengkondisian tersebut, ada indikasi permainan harga yang bisa dilakukan. Ada indikasi pula, program itu digunakan untuk mendapat keuntungan.

Di Kecamatan Sukawening sendiri, jumlah penerima manfaat dari program BPNT mencapai ribuan lebih. Dari jumlah itu, memang tidak semua KKS ditahan para agen desa. (**/Jb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here