Hiswana Migas Kunjungi Korban Ledakan Tabung Gas

0
88

GARUT, JABARBICARA.COM– Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Garut, langsung bergerak cepat mendatangi korban yang mengalami luka bakar di sekujur tubuh, akibat adanya kebocoran tabung gas 3 Kg pada bagian sheal, sehingga mengakibatkan api berkobar.

Humas Hiswana Migas Kabupaten Garut, Evi Hartaz Alvian, perwakilan dari Hiswana Migas, langsung mengejar korban yang sedang menjalani perawatan di Puskesmas Limbangan, Kabupaten Garut. Kedatangannya, untuk memastikan kalau korban terkena semburan api yang disebabkan kebocoran dari tabung gas.

“Ya, saya langsung bergerak cepat menjenguk sekaligus memberikan santunan pada korban. Ini untuk meringankan beban yang sedang diderita,” ujar Evi saat dikonfirmasi jabarbicara.com, Rabu (08/04/2020).

Dikatakan Evi, kondisi korban mengalami luka bakar setelah terkena semburan api dan langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat. Adapun kronologis kejadiannya saat itu korban hendak menyalakan kompor, namun ada kebocoran pada bagian sheal yang ada di kepala tempat regulator. Saat itu juga korban menyalakan api kompor api langsung menyambar.

Baca Juga:  Masiv, Dinas Kominfo Kabupaten Garut Sosialisasikan Pencegahan Covid-19

“Kami juga sangat perihatin atas insiden ini. Kejadian ini akan di buatkan berita acara dan dilaporkan pada pihak Pertamina,” ucapnya.

Evi menuturkan, pihak Hiswana Migas Garut selalu menghimbau pada masyarakat Kabupaten Garut tentang penggunaan gas Lpg 3 Kg, yang mana salah satunya sebelum digunakan harus memeriksa baik tabung dan regulator aman. Termasuk menganjurkan menggunakan regulator yang berlabel SNI.

“Ini sebuah pelajaran bagi semua, untuk selalu berhati-hati dan melakukan pemeriksaan sebelum menggunakan gas Lpg 3 Kg,” kata Evi.

Tip pertama yg sangat penting adalah memiliki Dapur yang cukup sirkulasi udar.
Tabungnya juga harus ditempatkan dengan sirkulasi udara dan ventilasi yang baik,”
Setelah dapur memiliki ventilasi yang cukup, menurut , tips aman lainnya adalah menggunakan regulator yang telah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI).

Baca Juga:  Diancam DPR-pun, Najwa seperti tak Bergeming, 'jika makian kamu benar, semoga Allah mengampuniku'

Setelah ruangan dan regulator memenuhi standar keamanan, maka poin lain yang harus diperhatikan adalah klem yang terpasang pada kedua ujung selang harus kuat dan terpasang dengan benar… klem harus dipastikan terpasang erat.
“Pastikan selang regulator tidak tertekuk atau tertindih,”

Tips lain yang harus diperhatikan oleh masyarakat agar aman menggunakan elpiji yaitu, memperhatikan segel (security seal cap) dan tersedianya karet hitam (rubber seal) di tabung gas yang kondisinya dalam keadaan baik.
“Sebelum menyalakan kompor, cek dulu apakah ada bau khas gas elpiji, jika aman bisa langsung nyalakan kompor,” masyarakat juga harus rutin melakukan pengecekan regulator dan selang, terutama yang sering terkena tumpahan makanan.

Baca Juga:  BPBD Kota Tasikmalaya Distribusikan Air Bersih Untuk Warga

Jika didapati ada kebocoran gas, menurut, yang harus dilakukan masyarakat adalah mematikan kompor dan sumber api lainnya, serta aliran listrik di dalam rumah.

“Segera lepas regulator, bawa tabung keluar atau ruang terbuka dan jauhkan dari sumber api,”

Selain bisa menggunakan gas elpiji secara aman, kami meminta masyarakat untuk sadar akan peruntukan penggunaan gas elpiji yang telah ditetapkan oleh pemerintah. (Ik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here