Inilah Permintaan Pedagang Pasar Mawar Pasca Pembongkaran Kiosnya

0
30
Sebagian bagunan di Pasar Mawar Garut sudah dibongkar karena dibangun di atas lahan milik PT KAI. (Foto: Istimewa)

JABARBICARA.ID — Sejumlah pedagang di Pasar Mawar, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut, yang sudah beberapa hari tidak berjualan karena terdampak pembangunan rel kereta api (KA) meminta pemerintah daerah menyiapkan tempat relokasi pedagang ke tempat yang nyaman dan aman, karena saat ini pedagang bingung mencari tempat baru.

“Sampai sekarang para pedagang di sini tidak tahu mau direlokasi ke mana, katanya mau ke Pasar Jagal, tapi seperti apa teknisnya belum tahu,” kata Endang, salah seorang perwakilan pedagang yang sudah membongkar kiosnya di Pasar Mawar, Garut, Selasa (05/03/2019)

Pedagang daging ayam ini mengaku sudah membongkar kiosnya sejak lima hari lalu, karena kondisi pasar sudah tidak nyaman setelah petugas PTKAI membongkar beberapa material bangunan pasar tersebut.

Baca Juga:  Pemuda Kaum Lebak Lakukan Penyemprotan Disinfektan secara Swadaya

Semenjak 2004 pasar Mawar dibangun sebagai tempat berjualan itu, kata Endang, saat ini sudah tidak dapat digunakan lagi karena akan dijadikan jalur rel kereta api Stasiun Cibatu-Garut Kota. “Kami inisiatif membongkar sendiri karena tempatnya sudah tidak nyaman jualan, pembeli juga sudah sepi,” katanya.

Selanjutnya Endang menyebutkan, ada 300 kios yang berjualan di Pasar Mawar atau di lahan milik PT KAI tersebut, sebanyak 50 kios sudah dibongkar oleh pemiliknya, sedangkan sisanya masih bertahan untuk berjualan.

Kondisi Pasar Mawar saat ini, kata dia, sudah sebagian dibongkar bagian atapnya oleh petugas PT KAI, bahkan jalan masuk ke pasar sudah ditutup menggunakan gerbang besi. “Dulu ditutup kanopi, tapi sekarang sudah dibongkar,” ujar Endang.

Baca Juga:  Ini 5 Rekening Yang Tidak Dapat Dana BLT BPJS

Selain pedagang, pemilik rumah sekitar Stasiun Garut, Euis mengaku bingung rumahnya yang sudah dibangun senilai Rp180 juta harus dibongkar karena berada di lahan milik PT KAI yang saat ini akan digunakan kembali oleh PT KAI.

Euis berharap, pemerintah daerah memperhatikan masyarakat yang terdampak pembangun rel kereta api tersebut untuk mencari tempat tinggal baru yang nyaman dan aman. “Jangan asal bongkar saja, pemerintah harus memperhatikan warga yang terdampak pembangunan rel, karena tidak mudah mencari rumah kontrakan,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT KAI telah merencanakan akan mengaktifkan kembali jalur rel kereta api Stasiun Cibatu-Garut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal. (TG/Yus)

Baca Juga:  Pemeriksaan RDT di Pasar Cilimus Bayongbong Garut Dilakukan terhadap 100 Orang per Hari yang dipilih secara Acak

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here