Jokowi Balik Ditantang Ganti Dua Menko atas Rencana Reshufflenya

0
126

JABARBICARA.COM— Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengancam bakal membubarkan lembaga dan mengganti para menteri dianggap gagal menangani pandemi Covid-19. Analis sosial Universitas Negeri Jakarta Ubeidillah Badrun menyebut bahwa sikap itu merupakan ekspresi emosional dan kegagalan Jokowi dalam menangani Covid-19.

“Jadi pidato Jokowi yang marah-marah itu sebenarnya ekspresi emosional dari kegagalanya sekaligus kekacauanya dalam mengendalikan para menteri dan kegagalanya mengendalikan kondisi ekonomi pada kuartal I dan II/2020 ini yang terkontraksi minus,” ujar Ubeidillah dalam keterangan tertulis, Senin (29/06/2020).

Dalam situasi tersebut, kata Ubeidillah, Jokowi harus mengganti menteri yang menjadi beban dan berpeluang menambah kekacauan ke depan. Para menteri itu adalah Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Menkumham, Menteri Ekonomi, dan Menteri Perindustrian.

Baca Juga:  PM GATRA Gelar Silaturahmi Dengan Komisi 1 DPRD Jabar

Selain itu, Menko Kemaritiman dan Investasi serta Menko Perekonomian juga menjadi beban Jokowi yang perlu dievaluasi dan diganti.

“Argumennya, karena sudah ada Perppu Nomor 1/2020 yang sudah jadi undang-undang tetapi tidak efektif digunakan dua menko tersebut. Bahkan, keduanya justru membuat kegaduhan saja, dari soal TKA, debat terbuka yang gagal, dan juga kegagalan Kartu Prakerja yang di-handle langsung Menko Perekonomian,” jelasnya

Menurut Ubeidillah, sikap Jokowi terhadap dua menko tersebut menjadi ujian kepemimpinannya sebagai presiden. Bila Jokowi berani mengganti dua menko tersebut, Ubeidillah menilai Jokowi memiliki strong leadership. Pun sebaliknya, kalau Jokowi tidak berani, hal itu hanya menguatkan dugaan soal sosok Jokowi sebagai presiden.

Baca Juga:  Tiba di Gedung MK, BPN Sampaikan Gugatan Sengketa Pilpres

“Kalau tidak berani reshufle dua Menko tersebut itu artinya membenarkan tesis bahwa Jokowi dikendalikan oleh oligarki ekonomi dan oligarki politik,” ungkapnya. Diambil dari Sindonews

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here