Kebebasan yang Mengekang

0
157

Oleh : Rifa Rahmawati (Aktivis Dakwah)

Akhir-akhir ini publik dibuat gaduh. Bermula dari sebuah cuitan di medsos yang membahas tentang penggunaan jilbab kepada anak-anak.

” Apakah anak-anak yang dipakaikan #jilbab itu memiliki pilihan atas apa yang ia kenakan?” cuit akun Twitter Deutch Welle (DW) Indonesia (25/09 2020) sebagai keterangan konten video mereka. Alhasil, media asal Jerman tersebut menuai ribuan hujatan dari warganet dan para tokoh, yang menyinyalir video tersebut penuh tuduhan miring terhadap ajaran Islam.

Di video tersebut, DW Indonesia menyoal fenomena berhijab sejak dini di Indonesia. DW mewawancarai orang tua yang mewajibkan putrinya menggunakan hijab sejak dini, serta mewawancarai psikolog yang mengulas dampak negatif yang akan dialami anak jika berhijab dari kecil.

Baca Juga:  Legal Opinion Cecep Suhardiman Atas Putusan “Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) Berakibat Pada Pembatalan Penetapan Caleg Terpilih An. Ervin Luthfi Cs. Hasil Pileg 2019”

“Mereka menggunakan atau memakai sesuatu tapi belum paham betul konsekuensi dari pemakaiannya itu. Permasalahannya apabila di kemudian hari bergaul dengan teman-temannya, kemudian agak punya pandangan yang mungkin berbeda, boleh jadi dia mengalami kebingungan,” ucap Rahajeng Ika, psikolog tersebut. (pikiran-rakyat.com 26/09/2020)

Dalam pendidikan Islam penting mengajarkan Akidah,Akhlak dan nilai nilai Islam lainnya sejak dini. Tentunya ha tersebut dilakukan sesuai usia dan perkembangan psikologis anak. Namun, tidak semua orang tua tahu peranan pendidikan anak menurut Islam sehingga tidak sedikit pula yang keliru menafsirkan polas asuh atau pola pendidikan menurut Islam. Hal Tersebut pun kemudian menjadi celah bagi para anti islam menggencarkan slogan provokatif bernuansa “IslamPhobia”

Baca Juga:  Pendirian RS Bethesda di Jalan Sudirman Ditentang Parmusi Garut

Islam memberikan kesempatan kepada setiap manusia untuk memilih jalan hidupnya masing-masing, tetapi setiap pilihan akan dimintai pertanggungjawaban. Di dalam Islam setiap perkataan dan perbuatan harus terikat kepada hukum syara (aturan Islam). Tetapi tidak memaksa manusia untuk memilih jalan Islam, tetapi mereka harus bertanggung jawab dan menerima konsekuensi dari pilihannya tersebut.

Dengan Islam manusia dapat lebih memanusiakan manusia, Islam mengubah peradaban manusia menjadi lebih beradab bukan hanya maju,berkembang atau kaya.
Banyak sekali kerusakan dengan meninggalkan dan menanggalkan hukum-hukum Islam yaitu hukum-hukum Allah. Akan ada banyak ketimpangan, kesengsaraan, kebebasan yang menindas, perundungan, ketidak adilan dan banyak lagi kedzomliman yang ditimbulkan.
Dengan sangat jelas kita perlu Islam, perlu adanya suatu instansi atau kepemimpinan yang menerapkan Islam secara Kaffah. Bukan hanya menjadi negara islami tapi tidak mengindahkan aturan-aturan Islam dan berdalih sudah Islami. Tapi perlu negara yang benar benar menegakkan hukum Allah. Wallahu’alam (redaksi)

Baca Juga:  Pemulihan Ekonomi Jabar Pasca Pandemi Harus Mandiri

Isi opini diluar tanggungjawab redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here