Kehormatan bagi Mahkota Coffee, Pansus Vlll DPRD Provinsi Jawa Barat Datang untuk Kunjungan Kerja

0
85

GARUT, JABARBICARA.COMBertempat di Mahkota Coffee, Rombongan Pansus VIII DPRD Provinsi Jawa Barat mengadakan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Garut. Pansus bertemu dengan 200 petani kopi. Rabu (17/06/2020)

Dalam kunjungan kerja tersebut, pihak Pansus banyak membahas permasalahan para pelaku petani kopi. Pembahasan dilakukan dengan Owner Mahkota coffee, Hari Yuniardi. 

Wakil Ketua Pansus DPRD VIII dari Praksi PAN, Hj. Triqoh, mengatakan, berkumpulnya 200 petani kopi di Mahkota Coffee tersebut membahas permasalahan permodalan.

“Pada dasarnya sebanyak 200 petani berkumpul terutama untuk permasalahan modal mereka,’ ungkap Hj. Triqoh, 

Menurut Hj. Triqoh, hal itu sudah ditangani dengan baik oleh BUMN BNI yang memberi kucuran modal bunga yang sangat murah. 

Baca Juga:  Harap Cemas akan Gaji Ke-13 dan THR PNS di Tengah Wabah Corona

“Itu yang kesatu, yang menjadi pelajaran yang bagus buat kita. Petani suka sulit dengan masalah permodalan itu,” kata Hj. Triqoh. 

Selanjutnya, Hj. Triqoh membahas penyediaan kopi yang berkualitas baik. 

“Yang keduanya, bagaimana cara menyediakan kopi ini berkualitas yang baik, dan tentu saja dengan volume yang besar,” kata Hj. Triqoh. 

Menurut Hj. Triqoh, masalah penyediaan volume kopi ini sering menjadi kendala. 
“Kita sering mengalami kesulitan memenuhi pesanan, terutama dari konsumen yang datang luar yang memesan barang banyak. Di sisi lain ketersediaan barang kita terbatas,” ungkap Hj. Triqoh. 

Harapannya, lanjut Hj. Triqoh, ke depannya kopi Garut ini terjaga kualitasnya serta diperkuat dengan hak intelektualnya. 

“Oh kopi Garut ini rasanya seperti ini, walaupun tadi diungkapkan bahwa itu susah, walaupun yang mengolah kopi itu sendri memiliki ciri khas  Garut,” kata Hj. Triqoh. 

Baca Juga:  Sebuah Bangunan Madrasah di Kampung Babakan Cisurupan Terbakar

Sementara, Owner Mahkota Coffee, Hari, mengungkapkan, proses pengolahan kopi di Mahkota Coffee senantiasa terjaga secara seksama. 

“Untuk menghasilkan rasa kopi yang dirapkan, kita memang tidak bisa sembarangan dalam memproses kopi. Salah satu contohnya dalam pase roosting, baik suhu maupun durasi ya harus benar-benar tepat,” pungkas Hari. (Hendar) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here