Keluarga Almarhum Yogi Tanggapi Dukungan Puluhan Aktivis atas Rencana Gugat Rumah Sakit

0
307

GARUT, JABARBICARA.COMYogi (16), seorang pelajar yang sempat mendapat penanganan medis dan menjalani operasi usus buntu di RSUD Dr Slamet Garut  telah meninggal dunia. Rasa Empati serta simpati terhadap pihak keluarga almarhum Yogi kian terasa. 

“Bukan kematian benar yang menjadikan rasa penasaran, melainkan sebab-sebanyalah yang membuat pihak keluarga almarhum Yogi memendam tanda tanya besar,” ungkap Acep Dani Hamdani, Paman Yogi, kepada media, Sabtu (20/06/2020) malam. 

Atas kematian Yogi itu, lanjut Acep, pihak keluarga merasakan ada kejanggalan, dan karena itu, timbulah rasa kecurigaan yang menggiring pada dugaan kelalaian pihak rumah sakit atas pelayanan serta tindakan terhadap Yogi. 

“Dengan dasar dugaan tersebut, akhirnya pihak keluarga menunjuk kuasa hukum dalam rencana menggugat pihak rumah sakit,” jelas Acep. 

Baca Juga:  KOSTI Jabar dan PSHG Garut Bebagi Masker untuk Masyarakat tak Mampu di Garut

Diketahui media, pihak kuasa hukum yang ditunjuk adalah dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum ( YLBH) Lingkar Samudra Indonesia.

Di luar dugaan Acep, ternyata rasa empati serta simpati publik atas peristiwa yang menimpa Yogi terus datang dari puluhan elemen masyarakat, Ormas, LSM, OKP, Kelompok Masyarakat, juga pihak  eksekutif termasuk legislatif. 

Bukan hanya empati dan simpati, bahkan pihak keluarga juga menerima dukungan atas rencana gugatan terhadap pihak rumah sakit. 

“Dukungan moral kepada pihak keluarga akan menjadi energi dan kekuatan bagi kami dalam mengupayakan keadilan. Insyaallah kami dapat menguak berbagai kejanggalan yang kami jumpai,” kata Acep. 

Mewakili keluarga, Acep Dani Hamdani, menyatakan rasa apresiasi serta berterimakasih atas dukungan yang diberikan terkait rencana gugatan tersebut. Tiada lain, sebut Acep, rencana itu semata-mata demi keadilan serta harapan, ke depannya, hal serupa tidak terjadi lagi. 

Baca Juga:  Mas Yayu: Kami bersama IWO Melaksanakan Penangkalan Virus Corona dari Luar dan Dalam

“Mohon do’anya untuk almarhum. Kami akan tetap  menempuh upaya untuk memperoleh Keadilan. Tentunya juga tidak ada Yogi Yogi lainnya di kemudian hari. Cukuplah keponakan saya yang menjadi korban,” kata Acep Dani Hamdani.(Ridwan F) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here