Kepala Desa Cisaat Diduga Kuat Kondisikan Suplier Program BPNT

0
354

GARUT, JABARBICARA.COM –  Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang kini berubah menjadi program Sembako di 9 desa di Kecamatan Kadungora, Garut diduga dalam penunjukan suplier ditentukan oleh sang Kepala Desa (Kades), H Ruhiat. Ditambah lagi sang istri Kades, merangkap sebagai agen BNI.

Selain mengkondisikan penentuan suplier penyedia beras, Kades Cisaat tersebut juga menjadi salah satu suplier barang berupa buah buahan, telur dan daging.

Akibatnya banyak pengusaha yang berada di Kecamatan Kadungora tidak bisa menjadi pemasok, lantaran sudah dikuasai oleh seorang Kades.

Ke-9 desa yang di kondisikan dalam menentukan suplier beras, diantaranya Desa Harumansari, Cikembulan, Neglasari, Tanggulun, Hegarsari, Talagasari, Rancasalak, Cisaat dan Karangmulya.

Baca Juga:  Silaturahmi MKKS-IIKS SMA Kabupaten Garut di SMAN 19 Garut, “SUKSES DAN KHIDMAT”

Berdasarkan aturan agen diberikan kebebasan dalam menentukan suplier dan Kades tidak diperbolehkan ikut mengondisikan apapun.

Anggota DPRD Kabupaten Garut Komisi IV, Ade Husna mendesak, agar BNI untuk mengevaluasi keberadaan agen yang tidak sesuai dengan aturan. Termasuk banyaknya agen di beberapa daerah dipegang oleh istri Kades.

“Laporan masalah BPNT atau program sembako hampir setiap hari masuk. Termasuk informasi yang terjadi di Kecamatan Kadungora. Intinya harus dievaluasi keberadaan agennya,” ujarnya, Minggu (9/2/2020).

Dikatakan Ade, Komisi IV akan terus melakukan sidak. Yang mana program sembako sangat rentan menjadi objekan.

“Akan terus disidak semuanya,” ucapnya.

Ia mengaku, banyak laporan para Kades yang ikut mengondisikan pengadaan barang dan pengondisian suplier.

Baca Juga:  Seorang Anak (6) ditemukan Tewas di Penampungan Air.

“Hal tersebut akan menjadi salah satu bahan untuk mengevaluasi program sembako,” (Moli)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here