Komunitas Rantau Garut Gelar Anniversary ke 1 Secara Sederhana di Situbagendit 2

0
338

GARUT, JABARBICARA.COM– Masyarakat Rantau Garut memiliki komunitas unik yang dinamakan “Komunitas Rantau Garut (KRG)”. Komunitas yang mengambil tagline “Bagja Tunggara Babarengan (bahagia sengsara bersama)” ini sudah berumur satu tahun.

Untuk merayakan hari ulang tahun yang pertama yang di gelar di Objek Wisata Situ Bagendit 2, Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut dengan dihadiri 25 komunitas yang ada di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Minggu (27/12/2020).

Berbagai agenda Anniversary Komunitas Rantau Garut diantaranya Khitanan Masal yang diikuti oleh 8 anak dan di tutup dengan acara kopdar KRG yang diisi live musik. Dari rangkaian kegiatan ini juga diwarnai tradisi tradisonal penampilan pencak silat.

“Alhamdulillah, Komunitas Rantau Garut ini menginjak ulang tahun yang ke satu yang diselengggarakan sederhana dan dimasa pandemi ini mengedepankan protokol kesehatan,” kata Zenal Mutaqien Ketua KRG.

Baca Juga:  IWO Garut Bagikan Sembako Gratis. Robi : Ingin Meringankan Beban Masyarakat Yang Kondisi Ekonominya Kurang Baik

Awal mula komunitas ini muncul dari ngobrol-ngobrol beberapa anak rantau Garut dari hasil pembicaraan dibentuklah komunitas rantau Garut yang diawali dari sosial media facebook.

“Semenjak Komunitas Rantau Garut didirikan telah banyak mengadakan kegiatan-kegiatan sosial terutama saudara-saudara kami di kabupaten yang anggarannya dengan cara gotongroyong,” tambah Ketua KRG.

Lama kelamaan, komunitas ini menjadi besar dan anggota komunitas ini terus menjalin komunikasi dan saling memberikan informasi. Maka untuk memperingati hari ulang tahun pertama.

“Semangat komunitas ini sangat luar biasa. Saling memberi suport. Dengan semboyan “Bagja Tunggara Babarengan (bahagia sengsara bersama)”, semoga rukun, kompak selalu dan sehat,” kata Ardy Priyadi Pembina KRG.

Memperingati hari ulang tahun yang sederhana ini, anggota Komunitas Rantau Garut ini dengan memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya selama ini. Yakni dibuktikan dengan potong kue tart. “Ini nanti akan diadakan setiap tahun,” ujar pembina KRG.

Baca Juga:  Dengar Jeritan Korban, Babinsa Sertu Iip Saepulloh Hentikan Perjalanan ke Talagabodas

Kenapa diadakan setiap tahun? Karena sebagai bentuk warna budaya kebersamaan yang dinamakan kekeluargaan. Selain itu KRG juga ada budaya yang masih bertahan hingga sekarang. Misalnya gotong royong membantu masyarakat Garut yang membutuhkan bantuan.

” Insyaallah kami dari Komunitas Rantau Garut akan tetap komitmen dalam bergotongroyong dalam rangka membantu saudara kami di kabupaten Garut secara bergotongr oyong.” pungkasnya. (Frisca T )

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here