Menanggapi Luhut, Iwan Samule: Virus Corona Menyerang Paru-paru sementara Virus anti Demokrasi Menyerang Otak

0
42

JABARBICARA.COMKalau virus Corona menyerang paru-paru, sementara virus anti demokrasi menyerang otak. Menyusutkan isi otak. Dapat membuat daya pikir menurun drastis sehingga dampak yang paling menakutkan adalah mereka yang terinfeksi virus anti demokrasi akan menjadi dungu.

Seperti itu diungkapan Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menanggapi rencana Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mempidanakan Said Didu karena menyebut ‘pikiran Luhut hanya uang dibanding virus corona’. 

Menurut Iwan, tindakan Luhut bukan saja langkah keliru, melainkan juga dapat membunuh demokrasi di negeri ini. Terlebih, para penguasa dan para pendukung umumnya menempuh jalan ini untuk menghadapi orang yang keras mengkritik.

Baca Juga:  Anggota TNI Ini Memperoleh Penghargaan Sebagai Pembina Rutan Terbaik Di Garut

Iwan pun berpendapat, apa yang disampaikan Said Didu juga ada dasarnya. Bagaimana tidak, ketika marak penyebaran virus corona, Luhut malah meminta bahkan terkesan mendesak agar tenaga kerja asing (TKA) China untuk kembali masuk dan bekerja ke Indonesia.

Bagaimana tidak, ketika virus corona menjadi pandemik global, Luhut malah sibuk mengurus investor-investor yang akan diajak untuk membantu dan meneruskan pembangunan ibukota baru, yang belum memiliki dasar atau pijakan hukum, ketimbang mengurus virus corona agar penyebarannya tidak meluas.

“Bahkan Luhut terkesan seolah menganggap remeh virus tersebut, dengan mengatakan “virus corona tak tahan dengan cuaca Indonesia”,” ujarnya, Minggu (05/04/2020).

Bagi Iwan Sumule, pernyataan Luhut selalu kontroversial dan terlihat tidak berempati pada rakyat yang sedang ketakutan atas pandemik virus corona dan sedang kesusahan ekonomi.

Baca Juga:  Adian Napitupulu: Puncak Penyebaran Corona Mei - Juni, jika Lalai Belasaan Ribu akan Meninggal

Bertameng UU ITE, penguasa acapkali membuat rakyat takut, ditangkap, hingga dipenjarakan.

Ketua DPP Partai Gerindra itu menilai ancaman kebebasan berbicara di era Jokowi sebenarnya lebih menakutkan dibanding ancaman virus corona.
“Kalau virus corona menyerang paru-paru, sementara virus anti demokrasi menyerang otak,” tegasnya.

Menyusutkan isi otak, lanjut Iwan Sumule, dapat membuat daya pikir menurun drastis. Sehingga dampak yang paling menakutkan adalah mereka yang terinfeksi virus anti demokrasi akan menjadi dungu. Sedangkan mereka yang sudah terinfeksi virus corona bisa sembuh dengan sendirinya jika memiliki antibodi yang kuat.

“Akan tetapi mereka yang terinfeksi virus anti demokrasi, tidak ada antibodi dalam tubuh yang dapat melawan virus anti demokrasi ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Tangani Wabah Corona, Yusril Ingatkan Jokowi agar Jujur dan Berani Seperti Presiden Duterte

Paling berbahaya adalah ketika mereka yang terinfeksi virus anti demokrasi diberi kekuasaan atau memiliki kekuasaan negara. Sebab, mereka dapat membunuh hak-hak asasi, hak-hak yang paling dasar yang dimiliki setiap orang.

“Sehingga dengan tegas ProDEM menyatakan bersama Said Didu untuk melawan siapa saja yang ingin membunuh demokrasi dan merampas hak-hak dasar yang dimiliki setiap warga negara,” ujar Iwan Sumule. 
Sumber: pojoksatu.id 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here