Mimikri Plastik: Sikap Menyamarkan dan Menggunakan Plastik Dalam Kehidupan Sehari-jari

0
192
Mimikri Plastik karya Ayu Arista Murti. 133 x 85 x 5 cm. Upcycle plastic, acrylic, spray paint, dacron on canvas. 2019

JABARBICARA.COM– Di era milenial ini terdapat fenomena yang mencolok, manusiapun menghadapi berbagai perubahan: beradaptasi dengan konvergensi antara manusia dan canggihnya teknologi informasi. Ada satu hal yang pasti, dimana revolusi industri tak mungkin dibendung. Mempengaruhi keadaan entitas yang semakin individual. Rasa kepedulian memburam, individu lupa akan hadirnya individu lainnya, sisi kemanusiaan makin berkurang.

Manusia abad ini banyak yang hanya berfokus pada materialistik, asosial dan apatis untuk membantu sesama manusia, singkatnya ditandai pada penggunaan komunikasi, media sosial, dan teknologi digital. Penggunaan teknologi dan media sosial telah menjadi wabah dan era baru penyakit, terutama dalam menimbulkan hoax dan kepalsuan.

Mimikri Plastik, demikian tajuk yang diangkat oleh Ayu Arista Murti. Sebagai sebuah representasi atas fenomena tersebut. Sikap menyamarkan dan menggunakan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Kata “plastik” yang dimaksud memiliki banyak makna, bukan hanya dari segi kebendaan saja. Tapi sudah tersemat dalam perilaku dan gaya hidup banyak orang saat ini. Manusia sendiri sudah terkontaminasi plastik, dengan sisi plastisnya. Penggunaan avatar, atau representasi ego diri dalam bentuk visual, ditunjukkan dihadapan masyarakat. Sikap plastik terpancar dari topeng pada yang dicitrakan masing-masing individu.

Baca Juga:  “New Normal, New Productivity with Creativity” Seminar Online Universitas Trilogi Jakarta

Demikian sama halnya dengan informasi palsu yang mengakar ke berbagai penjuru. Menjadi hal yang lumrah sebagai pembenaran. Seseorang dengan citra yang ‘baik’ di muka umum lebih sering dibenarkan, meskipun tak ada yang tau fakta yang sebenarnya. Terbukti dalam perang dunia maya, pembentukan influencer dan wacana politik. Menjadikan pendapat orang lain sebagai rujukan yang autentik dalam membentuk kepribadian diri, membuat individu lupa menyaring dan berujung tergelincir.

Mimikri menjadi sebuah pilihan demi kedudukan dan pengakuan di hadapan orang lain. Berusaha terlihat seplastis mungkin di tengah masyarakat. Mau tak mau sikap plastis tersebut membaur menjadi bagian penyamaran dalam pembentukan karakter sosial. Digunakan sebagai alat pertahanan diri, serta kelangsungan hidup untuk tujuan subjektif. Berusaha menyamakan derajat dan posisi, berusaha hidup dengan setinggi-tingginya, meski kenyataan jauh di bawah kaki yang lain.

Mimikri terlihat juga dalam pencitraan kosmetik dan bedah plastik, sebagai bentukan wacana Beauty Myth karya Ayu Arista Murti. 2020.

Mimikri terlihat juga dalam pencitraan kosmetik dan bedah plastik, sebagai bentukan wacana Beauty Myth. Bila tak puas dengan visual diri, tinggal ubah saja sesuai yang dimau. Keadaan diri tak lagi disyukuri, penghargaan tak lagi diberikan. Hingga dipastikan nantinya wacana Bedah Plastik akan menjadi hal yang tak tabu, wajar, dan menjadi bagian dari kebutuhan hidup. Memindahkan plastik dan tubuh palsu, seperti biasa dengan membeli kebutuhan dasar, dibandingkan dengan pemecahan masalah psikologis dan kebahagiaan. Penggunaan plastik dan kepalsuan telah menjadi mimikri dan pertahanan diri, dan menjadi bunga abad ini.

Baca Juga:  Kembang Kertas Sejagat Mewangi Nusantara

Seperti empat karya dalam seri “Well Protected”, karya Ayu Arista Murti. Konsepnya memang sederhana, namun penuh dengan makna. Tentang kaum-kaum yang terlupakan karena tak lagi indah, menyisakan berbagai harapan agar selalu terlindungi meski terpinggirkan. Mimikri terlihat dalam karya tersebut, meskipun sudah rusak dan berasal dari materi yang sudah terbuang. Namun, harapan yang tersisa dimunculkan menjadi keindahan baru.

Pada karya lainnya berjudul “98 Years Old and Still Lovely”, mengangkat konsep tentang jiwa-jiwa tua yang membutuhkan dukungan dan kasih sayang. Waktu terkadang membuat kita lupa untuk menghargai perjuangan mereka. Sisi plastis membuat kita hanya memikirkan diri dan berjuang untuk menyesuaikan diri hanya dengan saat ini. Karya tersebut berusaha memaknai para pejuang yang hidup sebelum kita.

Baca Juga:  GBSRI Peduli Kelestarian Satwa Harimau Sumatera

Karya-karya Ayu tersebut pernah dipamerkan dalam event International Biennalle di Iceland, kini diapresiasi kembali oleh public di nusantara dalam pameran virtual Kembang Kertas Sejagat Mewangi Nusantara. Pameran ini dihelat oleh garasi seni 10 Bandung, melalui galeri virtual dari tanggal 26 September 2020 hingga 16 Oktober 2020.

Dalam Mimikri Plastik Ayu Arista berharap, semoga harapan tetap ada bagi tiap manusia dan seluruh isi bumi. Segala sesuatu semoga menjadi lebih baik tanpa adanya kepalsuan, semoga hari esok lebih baik daripada saat ini. (Art/Jb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here