Momentum Hari Lanjut Usia Nasional, DPC PDI Perjuangan Kab. Garut minta Pemda lebih Perhatikan Lansia Miskin dan Terlantar

0
72

GARUT, JABARBICARA.COM– Momentum peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang diperingati setiap tanggal 29 Mei. DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Garut, meminta Pemkab Garut untuk lebih peduli pada para Lanjut Usia (Lansia) yang tergolong miskin dan terlantar. Sebab menurut Ketua DPC PDIP Garut, Yudha Puja Turnawan, masih banyak Lansia yang nasibnya kurang beruntung, bahkan kehidupannya memprihatinkan.

“Saat kami mengunjungi para Lansia di beberapa daerah, banyak ditemukan mereka yang hidup seorang diri di tempat yang tidak layak huni. Di Leuwigoong ada Apih Didi (80) yang tinggal di kuburan memanfaatkan bangunan gubuk, akibat diterlantarkan anaknya sendiri. Ada juga janda tua, Ibu Sumiati (70) yang tinggal di bedeng terbuat dari triplek di atas selokan, di Kelurahan Pakuwon, Garut Kota,” tutur Yudha yang juga Anggota DPRD Garut itu.

Baca Juga:  KPU Garut Periksa Status Identitas WNA Jelang Pilpres 2019

Pada kesempatan pembagian Sembako oleh partainya di tengah mewabahnya Covid-19 ini, Yudha juga mengungkapkan temuan Lansia lainnya yang juga bernasib memprihatinkan. Di Kampung Caringin ada Mah Ape dan di Kampung Paledang Kecamatan Karangpawitan ada Ma Empud, serta Lansia lainnya di daerah lain.

“Khusus untuk Apih Didi di Kecamatan Leuwigoong, dan Ibu Sumiati di Kelurahan Pakuwon, kami akan membelikan tanah untuk membangun rumah semi permanen bagi kedua Lansia tersebut. Pembelian tanah untuk rumah Ibu Sumiati sudah diberikan DP kepada pemiliknya, sisanya Rp. 2 juta lagi akan saya lunasi setelah saya gajian awal Juni ini. Untuk pembangunan rumahnya sudah ada beberapa pejabat dan pihak lainnya yang peduli, nanti kita gotong royong,” paparnya.

Baca Juga:  Iwan : Jadilah Anggota Dewan Yang Amanah dan Senantiasa Peduli Kepada Rekan Yang Telah Ikut Membesarkan PAN

“Pemda Garut harus hadir memperhatikan nasib para Lansia, sebab Biaya Tak Terduga (BTT) Kabupaten Garut, totalnya mencapai Rp. 300 miliar, yang sudah dipergunakan untuk penanganan mitigasi Covid-19 ini baru sekitar 60 miliar,” pungkasnya. (Mansyur)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here