Muncul Gejala Baru Covid-19, Rasa Logam di mulut

0
601

JAKARTA, JABARBICARA.COM – Selama beberapa bulan terakhir, semakin beragam dari hari ke hari muncul pelbagai gejala aneh dan tidak biasa dari infeksi Covid-19. Bukan hanya batuk, demam, dan sesak napas, tetapi juga hilangnya penciuman dan rasa. Kini muncul lagi gejala baru, yakni pasien Covid-19 merasakan rasa logam yang menetap di dalam mulutnya.

Gejala ini disebut parageusia. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, gejala-gejala Covid-19 telah diselidiki. Studi tersebut mencatat bagi banyak orang sakit dengan infeksi saluran pernapasan atas (URI), pasti bisa mempengaruhi rasa dan indera penciuman.

“Terganggu saat makan makanan dan merasakan rasa sering kali disebabkan penyumbatan hidung atau dari cedera virus langsung ke neuroepitel penciuman,” ungkap peneliti.

Baca Juga:  Polres Garut Limpahkan Kasus Penusukan dan Hilangnya Lima Nelayan di Tengah Laut ke Polres Cilacap.


Penciuman retronasal, kombinasi antara bau dan rasa orthonasal, adalah proses sensorik yang memungkinkan manusia untuk merasakan rasa, yang didefinisikan sebagai persepsi tentang sesuatu di luar lima dimensi rasa makanan manis, asin, pahit, asam, dan umami. Seorang perempuan Afrika-Amerika berusia 59 tahun diteliti karena merasakan gejala itu.

“Pasien dibawa dengan ambulans pada 29 Maret 2020, akibat sesak napas, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan selama beberapa hari, gejala-gejala ini diisolasi dan didahului dengan indikasi bahwa dia sakit”,
beber peneliti.

Kira-kira seminggu sebelum masuk, pasien mulai mengalami penurunan nafsu makan. Kemudian pasien diisolasi. “Selama seminggu sebelum dinyatakan positif, makanan yang biasanya dia nikmati terasa hambar dan terasa ada rasa logam atau besi,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab Garut Tambah Tempat Isolasi , Karna Berstatus Zona Merah

Ketika ditanyai lebih lanjut, dia juga mengakui kemampuan penciuman yang perlahan berkurang yang berkembang menjadi anosmia lengkap. Selama pasien berada di ICU, hasil SARS-CoV-2 positif terdeteksi pada 2 April 2020.

Virus juga bisa menyebabkan sesak napas, diare, dan kehilangan nafsu makan. Peneliti di Inggris dari Pusat Kesehatan Nasional (NHS) mengatakan rasa logam biasanya tidak serius dan bisa menjadi gejala dari banyak hal yang berbeda.

“Penyebab umum rasa logam antara lain penyakit gusi, minum obat seperti antibiotik, pengobatan kanker atau masuk angin, infeksi sinus dan masalah saluran napas lainnya.
Terkadang, rasa logam dapat dikaitkan dengan masalah dengan indra penciuman,” kata NHS.

“Tidak ada satu cara untuk mengobati atau mencegah rasa logam di mulut Anda,” kata situs WebMD. Dalam beberapa kasus, gejala yang tidak menyenangkan ini dapat hilang dengan sendirinya. Namun, mengakibatkan rasa yang tak nyaman pada pasien.

Baca Juga:  Ahmad Mumtaz Rais, putra Amin Rais Jagokan Gibran Rakabuming di Pilkada Solo 2020

Misalnya jika Anda berhenti mengonsumsi vitamin atau menghilangkan sumber timbal yang pernah Anda alami. Beberapa obat dapat memberi anda rasa logam di mulut Anda,” tulis situs kesehatan itu.

Oleh karena itu memeriksakan diri ke dokter perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab pastinya.


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here