Museum Arnhem di Belanda, Mengkoleksi Karya Seni Lukis Batik Buatan Rina Mariana

0
483

JABARBICARA.COM— Karya seni lukis perempuan perupa asal Indonesia, banyak yang sudah tersebar di sejumlah museum di mancanegara. Pada tahun ini salah satunya adalah karya Rina Mariana, seorang perupa yang juga berprofesi sebagai guru di SMP Negeri 1 Ngamprah Padalarang Kabupaten Bandung Barat. 

Rina, dihubungi melalui email oleh kurator dari Museum Arnhem di Belanda setelah mengamati karyanya yang berjudul Martina Christina Tiahahu, seorang perempuan yang dinobatkan menjadi pahlawan oleh pemerintah Indonesia berkat kiprahnya ketika berjuang melawan Belanda. Setelah intens berhubungan selama + 3 bulan maka deal karya Rina berupa soft file nya dikoleksi oleh Museum Arnhem.

Rina Mariana

Rina menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, dan beberapa kali mendapat beasiswa mahasiswa unggulan di Institut Tehnologi Bandung salah satu perguruan tinggi terkenal di Indonesia lulus dengan predikat Cumlaud, salah satu perintis Komunitas 22 Ibu, sebagai ketua Ranting PGRI SMPN 1 Ngamprah di Kabupaten Bandung Barat. Kiprahnya dalam berpameran di awali tahun 1982 hingga kini, baik di dalam negeri maupun manca negara. Karya karya yang pernah dipamerkan sering mendapat penghargaan karya terbaik, di dalam negeri maupun manca negara. Karya yang pernah dibuat diantarannya lukis diatas kanvas, ukir kayu, mematung, karya instalasi, digital draw, film animasi, kerajinan limbah pohon, membuat karya tulis sampai lukis batik, dan sering di undang sebagai pemateri workshop lukis batik lilin dingin di dalam maupun manca negara.

Baca Juga:  Makna Puasa adalah Menahan Diri

Lukisan Martina Christina Tiahahu Martha Christina Tiahahu, seorang pahlawan yang divisualisasikan diatas kain sutera dengan menggunakan perintang lilin dingin yang terbuat dari olahan bubuk biji asam yang diberi warnai reaktif. Karya seni ini berukuran 100 x 200 cm. Latar belakang figur Martina divisualisasikan dengan sapuan warna-warna yang menarik terkesan memberi semangat, selain itu di tambahi dengan simbol alat perang, rumah adat dan rempah-rempah khas Maluku.

Karya seni lukis yang diciptakan oleh Rina Mariana ini kini menjadi koleksi Kementrian Kebudayaan dan Sejarah, juga dibuat sebagai kalender, juga dibuat sebagai cover buku. Karya asli dari Rina Mariana pernah dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia yang mengusung tajuk Pahlawan dan tokoh wanita di Indonesia. Pameran ini di inisiasi oleh Kementrian Kebudayaan dan Sejarah Indonesia pada tahun 2017, saat itu diikuti oleh 34 orang perempuan perupa yang tergabung dalam Komunitas 22 Ibu. Setiap perupa memilih salah satu dari pahlawan atau tokoh wanita Indonesia yang disiapkan oleh pihak Kementrian Kebudayaan dan Sejarah yang kala itu dijabat oleh Direktur Sejarah Dra. Triana Wulandari, M.Si. (Art/Jb)

Baca Juga:  16 Pimpinan Media Siber, Bentuk Kepengurusan JMSI Jabar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here