Optimalisasi Pelaksanaan Program, Pendamping PKH Wilayah 2 Gelar Rakor & Pembinaan

0
136
Puluhan pendamping Program Keluarga Harapan dari 11 Kecamatan di wilayah 2 menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pembinaan, bertempat di Rumah Air ( Aula Situ Cangkuang) kecamatan Leles kabupaten Garut, Selasa (15/10/2019), (Poo: JabarBicara/Ridwan F)

JABARBICARA.COM:— Bertempat di Rumah Air ( Aula Situ Cangkuang) kecamatan Leles kabupaten Garut, Selasa (15/10/2019), puluhan  pendamping Program Keluarga Harapan dari 11 Kecamatan di wilayah 2 menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pembinaan.

Kegiatan tersebut digelar secara sederhana dan penuh kekeluargaan, para peserta Rakor duduk bersila melingkar, dengan seksama memperhatikan point demi point materi yang di sampaikan sejumlah pemateri Rakor.

Kegiatan Rakor dan Pembinaan tersebut dalam rangka optimalisasi pelaksanaan program Keluarga Harapan kabupaten Garut, khususnya di wilayah dua (2) yang meliputi para pendamping PKH di kecamatan Sukaresmi, Pasirwangi, Samarang, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Tarogong Kidul, Leles, Karangpawitan, Sucinaraja dan Wanaraja, ujar Mubarok Ahmad SE. Selaku kordinator PPKH kabupaten Garut Wilayah 2 kepada JABARBICARA.

Turut hadir dalam rapat koordinasi internal tersebut, Sekretaris Dinas Sosial (Dra. Hj. Kuraesin Nelawati, M.Si), Koordinator Wilayah 3 Jawa Barat (Zamzam Timur Alfian), Koordinator Kabupaten Wilayah 2 (Mubaroq Ahmad, SE) dan para pendamping Wilayah 2 kabupaten Garut.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Terus Gelorakan KTR di Tengah Pandemi Covid-19

Koordinator Wilayah 3 Jawa Barat, Zamzam Timur Alfian kepada mengatakan, kegiatan ini untuk mengoptimalisasikan kinerja para pendamping PKH dan  evaluasi kinerja para pendamping, diharapkan para pendamping melaksanakan tugasnya sesuai dengan  tugas pokok dan fungsi (tufoksi) nya, karena pendamping dituntut untuk memberikan pola pendampingan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sehingga hak KPM mendapatkan pendampingan yang optimal .

Pendampingan para KPM sangat perlukan agar target Kementrian Sosial mengena graduasi mandiri atau lulusnya peserta PKH dan tidak lagi menjadi peserta KPM tercapai.

Masih kata Zamzam, mengenai target untuk angka graduasi mandiri secara bertahap untuk skala nasional adalah 10 % untuk tahun 2020, dan sesudah mandiri mereka terlepas dari tanggung jawab pendampingan, tetapi secara moral ada pemantauan dan pelaporan untuk mengevaluasi status KPM yang sudah graduasi, jangan sampai mereka jatuh miskin lagi, ucapnya.

Baca Juga:  Kunjungi Gudang BNPB, Komisi V DPRD Jabar Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir

“Kamipun berharap sinergitas dari Pemerintah Daerah sehingga para KPM yang sudah lulus atau mandiri tetap di fasilitasi oleh Pemerintah Daerah sehingga mereka tidak kembali miskin,” kata ZamZam Timur Alfian

Sementara Koordinator Pendamping Kabupaten Wilayah 2, Mubarok Ahmad, SE, mengatakan, kegiatan ini selain mengingatkan kembali tupoksi para pendamping PKH, optimalisasi kinerja dan evaluasi kinerja para pendamping, juga sebagai ajang silaturahmi sesama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

“Dalam optimalisasi dan evaluasi ini adalah sebagai bentuk upaya untuk mencegah pelanggaran-pelanggaran kode etik dan penyelewengan-penyelewengan yang bisa saja terjadi dan kegiatan ini rutin dilakukan, bahkan 1 bulan sekali dilakukan uji petik dilapangan agar pelaksanaan dan kendala dilapangan dapat terdeteksi”, jelas Mubarok.

Baca Juga:  'Garut Culture Festival', Meriahkan Hari Jadi Garut ke-207

Oleh karenanya, dengan rapat koordinasi dan evaluasi ini, mudah-mudahan para pendamping bisa lebih profesional dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya untuk membantu dan mensosialisasikan program kepada para penerima manfaat dan masyarakat .

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Garut, Dra, Hj. Kuraesin Nelawati, M.Si, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan rakor dan pembinaan mandiri ini, mudah-mudahan dengan rakor dan evaluasi ini bisa lebih meningkatkan kinerja dan meningkatkan profesionalisme kerja para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Garut.

“Dengan adanya Program Keluarga Harapan (PKH) ini, Program PKH  yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan membantu masyarakat miskin, mudah-mudahan sedikitnya bisa mengurangi angka kemiskinan khususnya di kabupaten Garut”, harapnya. (Ridwan F/Ik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here