Pansel Dewan Pendidikan Tidak Independen, Diduga Sarat Dengan Kepentingan

0
192

Garut,JABARBICARA.COM— 22 calon pengurus Dewan Pendidikan dari 37 nama yang lolos seleksi admimistasi telah diplenokan dan ditandatangani oleh Panitia Seleksi (Pansel).

Hal tersebut mendapat kritikan dari calon pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Deden Suparman.

Kepada jabarbicara.com, Selasa (3/12/2019), Ia mengatakan dalam pemaparan makalah tentang peran dan fungsi Dewan Pendidikan, pihaknya melihat Pansel tidak independen dan sarat dengan kepentingan.

“Ada nama-nama tertentu yang sudah dipersiapkan untuk menjadi calon pengurus Dewan Pendidikan,” ucap Deden Suparman yang juga sebagai Ketua Asosiasi Dosen Kabupaten Garut.

Untuk itu biar tidak terjadi sahwa sangka dan su’udzon diantara para peserta, kata Deden dirinya meminta agar hasil nilai akhir dari pemaparan makalah agar nilainya diumumkan saja ke publik, bukan hanya namanya saja yang di umumkan tapi harus dengan nilainya, biar semua peserta dan publik bisa menilainya mana yang layak dan tidaknya.

Baca Juga:  Mahasiswa UIN Bandung Raih Juara I Infografis pada Festival IQTAF Nasional 2020

Dikatakan Deden, dari 22 nama tersebut nantinya akan direkomendasikan ke Bupati Garut guna dipilih 11 nama dan kemudian dilantik sebagai Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Garut periode 2019-2024.

Ia berharap, Pansel benar-benar independen dalam menjalankan tugasnya, jangan sarat dengan kepentingan kelompoknya.

“Selain itu Pansel harus bekerja secara profesional dan proporsional sehingga semua peserta yang tidak masuk pada 22 nama bisa menerimanya dengan baik, maka biar terjaga kredibilitas dari Pansel, nilai akhir hasil seleksi harus diumumkan ke publik,” pungkasnya. (DSF/Aep S)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here