Pelaku Seni Lukis Bogor, Duki Noermala, Jadikan Batu Alam sebagai Media Lukis

0
68

KOTA BOGOR, JABARBICARA.COM Bogor kota yang sangat familiar dengan julukan kota hujan. Kota Bogor juga terkenal dengan potensi wisata dan kuliner. Pada sisi yang lain, bidang seni dan budaya di kota/kab. Bogor, juga pada saat sekarang ini dalam keadaan terus berkembang.

Pada bidang seni ini, diketahui, Bogor banyak melahirkan pelukis-pelukis handal.

Salah seorang pelaku seni yang cukup berbakat asal Bogor ini adalah Duki Noermali.

Duki dikenal sebagai pelukis cat air sejak tahun 1984.
Terdorong tuntutan kreatifitas dalam rangka berinovasi, dalam kegiatan melukisnya saat ini, Duki Noermala mencoba mengeksplore  media lukisnya yang berobjek batu alam.

Dikonfirmasi JabarBicara.Com, Duki Noermala yang beralamat di jalan Padjajaran Ciburial Indah, Rt 04, Rw 04 No. 41 Kelurahan Baranang Siang, Kecamatan Bogor Timur, Kodya Bogor 16143, Mengatakan, dia biasanya melukis menggunakan kertas yang sudah ditekuninya sejak 1984, termasuk kanvas juga.

Baca Juga:  Realme 3 Pro Akan Dirilis Bulan Depan

“Saya mulai menggunakan batu alam sebagai media lukis alasan utamanya karena tempat tinggal saya dekat dengan sungai Ciliwung. Melihat batu terhampar, saya terinspirasi. Batu kali itu saya coba jadikan media untuk melukis karena keunikan bentuk bentuk dan teksturnya,” jelas Duki.

Duki melanjutkan, dia mencari dan memilih batu berdasarkan bentuk dan tekstur batu yang halus. Hal itu untuk mempermudah proses melukisnya.

“Dalam proses berkarya, saya gunakan cat akrilik sebagai pewarnanya dan pensil untuk pembuatan sketsanya. Objek yang diangkat sebagai objek lukisan kebanyakan fauna dan flora,” papar Duki.

Menurut Duki, hampir semua jenis batu bisa digunakan sebagai media melukis.

“Tapi yang  sudah saya alami batu yang paling cocok buat saya adalah batu kali karena memiliki tekstur yang halus sesuai dengan karakteristik cat dan teknik melukis yang saya gunakan,” sambungnya.

Baca Juga:  Keren Abis, Trend Terbaru Helm dari Teko Air

Lukisan batu ini, beber Duki, tidak kalah menarik dengan lukisan kanvas atau kertas yang sudah sangat dikenal. Lukisan batupun sudah mulai dikenal, diminati, dan dikoleksi terutama oleh kolektor-kolektor yang menyukai lukisan unik, menarik, dan tidak umum.

Bagi Duki, menyelesaikan sebuah lukisan batu rata-rata membutuhkan waktu pengerjaan 1 hari, bahkan bisa beberapa jam tergantung ukuran dan tingkat kesulitan objek.

“Setelah saya menekuni lukisan batu 3 tahun, kini saya sudah mulai dikenal serta banyak peminat. Pemesan dari Bogor bahkan ada juga dari luar Bogor. Pemesan ada yang datang langsung ke rumah ada juga yang melalui Medsos,” terangnya.

Selanjutnya Duki berharap, lukisan batu yang  dibuatnya bisa menginspirasi masyarakat.

Baca Juga:  Inilah 4 Tips Presentasi, Dijamin Sukses dan Lancar

“Media yang bisa dijadikan untuk melukis sebenarnya bisa ditemukan di sekitar kita, salah salah satunya adalah batu alam. Semua itu tentunya tergantung bagaimana kita bisa memanfaatkan dan mencobanya, sekaligus menumbuhkan dan mengasah kreativitas menjadi suatu karya yang mempunyai nilai estetika, nilai guna, ekonomis, termasuk nilai edukasi bagi masyarakat, pungkasnya (Amirudin).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here