Pemkab Garut Gencar Bersosialisasi dan Berkomitmen Tekan Angka Stunting

0
52

GARUT, JABARBICARA.COM— Pemerintah Kabupaten Garut, terus melakukan sosialisasi penurunan angka stunting di berbagai daerah. Selain sosialisasi di setiap kantor pemerintahan dilakukan pula dengan cara blusukan ke setiap perkampungan. Seperti yang dilakukan Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman yang memanfaatkan agenda kunjungan kerja di wilayah Garut Selatan, Jawa Barat.

Orang nomor dua di Kabupaten Garut, tidak henti-hentinya memberikan arahan pentingnya asupan gizi yang baik pada anak-anak. Hal tersebut disampaikan saat berjumpa dengan masyarakat Karang Sewu, Kecamatan Cisewu.

Berdasarkan data Penurunan angka stunting di Kecamatan Cisewu dinilai cukup signifikan, merujuk data awal yang dihimpun oleh Puskesmas Cisewu hingga akhir tahun 2019, dari 40 orang sekarang menjadi 14 Orang.

Baca Juga:  Pemerintah Desa Jayaraga Lakukan Pencegahan Penyebaran Covid-19

Saat memberikan arahan pada para aparatur kecamatan dan Puskesmas Kecamatan Cisewu pada acara Pemberian Makanan Tambahan Bagi Penderita Stunting, Selasa (07/01/2020), di Aula Desa Karangsewu, Kecamatan Cisewu.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menegaskan Pemerintah Kabupaten Garut kini terus gencar bersosialisasi dan berkomitmen untuk menekan angka stunting dengan cara memberikan makanan tambahan seperti telur yang kandungan proteinnya dinilai tinggi selama 30 hari, termasuk salah satunya kepada 14 penderita stunting yang berada di desa karangsewu.

“Mudah – mudahan dengan konsep pemberian makanan tambahan bagi penderita stunting, penderita stunting di Kabupaten Garut semakin menurun,” ujarnya, Rabu (08/01/2020) saat ditemui di ruangan kerjanya.

Dikataka Helmi, Pemerintah Kabupaten Garut tidak akan berhenti dalam upaya menurunkan angka stunting yang dianggap Pemprov Jabar masih tinggi. “Kita sangat serius dalam menangani angka stunting kembali ke zero di setiap daerah,” katanya.

Baca Juga:  Mahasiswa Garut Sampaikan Informasi Soal Obat Antibiotik kepada Warga Cisewu

Ia meminta peranan Dinas Kesehatan selaku leading sektor, untuk terus bergerak hingga pelosok daerah dalam mengatasi stunting. Yang mana salah satunya mengingatkan masyarakat dalam memberikan asupan gizi yang baik terhadap anak.

“Salahsatunya asupan gizi yang baik. Jangan sampai anak tidak bisa diberikan gizi. Itu faktor utamanya,” ucap Helmi.

Helmi menargetkan pada tahun 2020, penurunan angka stunting di setiap daerah akan terjadi. Seperti di Kecamatan Cisewu yang semula dari 40 orang kini menjadi 14 orang.

“Kita mendapatkan informasi kalau angka stunting di setiap daerah sudah mulai menurun. Saya tegaskan untuk terus bergerak dalam menurunkan angka stunting,” pungkasnya. (Ik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here