Pendidikan Kelas Dunia, Wujudkan Perubahan?

0
89

Oleh: SW. Retnani S.Pd. | Pendidik Generasi

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim”, sabda Rasulullah SAW ini merupakan dalil shahih yang menggambarkan bahwa pendidikan sangatlah penting bagi kehidupan dunia akhirat. Pendidikan dapat mewujudkan kesejahteraan, kedamaian dan kemajuan suatu bangsa. Dengan pendidikan yang berkualitas, menjadikan suatu bangsa yang memiliki integritas tinggi. Dan dengan pendidikan pulalah, perubahan peradaban suatu bangsa akan terwujud. Peradaban yang akan membawa kejayaan dan kegemilangan suatu Negeri. Maka tak heran banyak negara-negara maju yang memprioritaskan kualitas pendidikan. Contohnya, negara Jepang dan Amerika.

Berkiblat dari negara-negara adidaya inilah, banyak para calon pemimpin Negeri kita yang mengagendakan program kemajuan dalam bidang pendidikan. Salah satunya ada Teh Nia yang mendaftarkan diri menjadi calon Bupati Bandung. Dilansir dari www.TimesIndonesia.co.id bahwa TimesIndonesia- Bandung, Pasangan calon Bupati / Wakil Bupati Bandung, nomor urut 1 Kurnia Agustina, Usman Sayogi (NU Pasti Sabilulungan) berkomitmen akan menjadikan kabupaten Bandung “Unggul Mendunia” jika terpilih di Pilbup Bandung 9 Desember 2020.

Salah satunya dilakukan dengan beberapa program unggulan ‘Kanyaah Teh Nia dan Kang Usman’ di bidang pendidikan dengan mewujudkan pendidikan kelas dunia.

Baca Juga:  Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Disdik Kota Banjar Lakukan Berbagai Persiapan.

Sungguh janji manis yang sangat didambakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Sayangnya, janji manis pasangan calon Bupati ini dalam membangun pendidikan kelas dunia hanya sebatas membenahi perangkat kerasnya saja. Disebutkan bahwa akan ada peningkatan insentif dan kualitas guru. Selama ini pemerintah telah berupaya meningkatkan insentif dan kualitas guru antara lain: diadakan program tugas belajar, program sertifikasi, penataran, workshop dan lain-lain. Namun faktanya, dunia masih memandang rendah pendidikan di nusantara. Bahkan para generasi milenial yang memiliki taraf ekonomi tinggi lebih memilih bersekolah di luar negeri.

Disebutkan pula adanya program green school. Indonesia memiliki banyak sekolah-sekolah bagus dengan memenuhi standar nasional pendidikan, bahkan ada yang berbentuk Sekolah Alam. Namun sayangnya, sistem kapitalisme telah menguasai dunia pendidikan. Sehingga pendidikan dijadikan alat meraup keuntungan yang sebesar-besarnya bagi segelintir orang. Maka tak heran jika sekolah-sekolah bagus, nyaman, asri dan berkualitas ini hanya bisa dinikmati oleh anak-anak ‘borju’. Karena untuk menimba ilmu di sekolah yang bagus dan berkualitas harus merogoh kocek yang lumayan dan hal ini sangat menyulitkan bagi anak-anak dari taraf ekonomi menengah ke bawah.
Akibatnya, jutaan anak-anak Indonesia menuntut ilmu di sekolah-sekolah yang kurang berkualitas serta sarana dan prasarana yang tidak memadai. Bahkan banyak Generasi Indonesia yang memilih tidak bersekolah, disebabkan faktor ekonomi.

Baca Juga:  Kepala SMKN 1 Garut Kukuhkan 31 Organisasi Kesiswaan

Ada juga program sister city yakni kerjasama dengan sekolah-sekolah unggulan yang ada di dunia. Beberapa sekolah di negara kita juga telah mempekerjakan guru-guru dari luar negeri dan memiliki kurikulum internasional. Tapi, tetap saja belum bisa meningkatkan kemajuan bangsa.
Program lainnya adalah memanfaatkan era 5.0 yang mengacu pada kecanggihan teknologi. Era digital digadang-gadang dapat memajukan kualitas pendidikan. Faktanya, saat pandemi wabah covid 19, seluruh siswa diwajibkan Daring (Dalam jaringan), namun malah ditemui banyak siswa yang kecanduan game, tiktok dan lain lain, perbuatan-perbuatan yang tak berfaedah.

Ketidakadilan dalam aspek pendidikan akan terus menghantui putra-putri Indonesia selama Negeri ini masih dicengkeram oleh sistem kapitalis- sekulerisme. Sistem buatan manusia yang hanya akan membawa kemudharatan.

Dengan demikian, apakah pendidikan kelas dunia mampu mewujudkan perubahan yang hakiki menuju kesejahteraan dan kedamaian? Tidak. Ini berarti, meski pendidikan di Tanah Air sudah sekelas dunia, namun integritas bangsa masih terus didominasi asing dan aseng. Artinya, negeri ini tetap saja menjadi pelayan kapitalis.

Baca Juga:  Inilah 7 Strategi Peningkatan Mutu dan Daya Saing FSH UIN SGD

Berbeda dengan sistem Islam yang bersumber dari Sang Maha Pencipta, Allah Azza wa Jalla. Islam memiliki tujuan hakiki pendidikan yakni menciptakan generasi mandiri, smart, memiliki kepribadian Islam, menguasai ilmu- ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki keterampilan yang tepat guna dan berdaya guna, teguh dalam menerapkan syariat Islam dan senantiasa menggapai ridha Allah SWT dalam kehidupannya.

Sistem Islam memberikan pendidikan secara berkualitas dan gratis. Segala keperluan biaya pendidikan diambil dari hasil sumber daya alam yang melimpah. Penerapan Syariat Islam secara Kaffah dalam kehidupan sehari-hari, akan menciptakan manusia yang rajin, disiplin dan gemar menuntut ilmu. Hal ini dibuktikan banyaknya para ilmuwan Islam, diantaranya adalah: Ibnu Sina, Al Khawarizmi, Ibnu Khaldun, Jabir Ibnu Hayyan, Al zahrawi dan masih banyak yang lainnya. Dengan sistem Islam Indonesia akan menjadi negara maju, berintegritas, aman, damai dan sejahtera. Negeri Zamrud Khatulistiwa takkan menjadi pelayan bagi kapitalis serta bukan negara pengekor. Wallahua’lam bishshawab. (Red)

Isi diluar tanggungjawab redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here