Petani Sukamulya-Pangatikan Desak Ketegasan dan Jawaban PT KAI Daop 2 Bandung

0
130
Petani desa Sukamulya kecamatan Pangatikan gelar demo hadang proyek reaktivasi Kereta api Cibatu-Garut (Poto: Fitri N/JabarBicara)

JABARBICARA.COM:— Warga Sukamulya menggelar demo di jalur rel untuk menindaklanjuti hasil musyawarah warga Tani dengan pemerintahan desa yang dilaksanakan di saung Tani Kampung Sukamulya Desa Sukamulya Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut dengan ini memohon ketegasan atau jawaban dari PT KAI Daop 2 Bandung.

Warga Desa Sukamulya, Ganjar, mengatakan masyarakat meminta agar jadwal pemasangan sifon baru di blok Bojong minta secara tertulis juga realisasi kompensasi kepada warga Tani penggarap yang terkena dampak reaktivasi rel kereta api PT KAI.

“Perjanjian pemasangan sifon jangan secara lisan, kita minta secara tertulis,” ungkapnya, Selasa (17/09/2019).

Ganjar, salah seorang warga desa Sukamulya kecamatan Pangatikan kab. Garut yang juga Korlap aksi menuntut ketegasan PT KAI Daop 2 Bandung (Poto: Fitri N/JabarBicara)

Menurutnya, takhanya itu saja pihaknya meminta kompensasi yang di janjikan segera d bayarkan , serta saluran air untuk pengairan blok citra yang ditutup total diminta di buka/ diaktipkan kembali, pasalnya 100% petani tidak bisa bertani.

Baca Juga:  Pantau Aksi Unjuk Rasa di Istana Bogor, Ini Catatan Bima Arya Terkait Omnibus Law

“nanti akan ada pertemuan jam 4 sore dengan di hadiri KAPM bersama Muspika di Saung tani,” tambahnya.

Dikatakannya, saat ini Sifon yang janji akan di tambah dengan yang baru tak terealisasi dan Kompensasi yang di janjikan pada warga tani penggarap tidak ada kabar beritanya. (Fitri N/Tg)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here