Posstheatron Menampilkan Khutbah Munggaran Di Padepokan Sobarnas Garut

0
216

GARUT, JABARBICARA.COM – Pagelaran Teater dengan judul Khutbah Munggaran di Pajajaran dari naskah karya Yus Rusyana dan Sutradara Ari Kpin di gelar selama tiga hari dari tanggal 24-26 Oktober 2020 di Padepokan Sobarnas Martawijaya Tarogong Kaler Kabupaten Garut.

Yang hadir dalam pagelaran tersebut yakni Camat Tarogong Kaler yang mewakili wakil Bupati Garut, Danramil Tarogong, Polsek Tarogong Kaler, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang diwakili sekretaris dinas dan Kabid Kebudayaan. Selebihnya Seniman dan Budayawan Garut dan tentunya penulis naskah Kang Yus Rusyana.

Ketua pelaksana, Hadian Hendracahya, mengatakan Hutbah Munggaran di Pajajaran diambil dari karya Yus Rusyana, dengan konsep menggabungkan sejarah, dongeng dan babad tentang Kian Santang yang menyebarkan agama Islam di Pajajaran dalam bahasa Sunda klasik.

Baca Juga:  Antisipasi DBD dan Cikungunya, PDIP Garut Gelar Baksos Fogging dan Penyemprotan Disinfektan di Sucikaler Karangpawitan Garut

“ Sangat penting untuk diketahui masyarakat luas ada sudut pandang lain tentang kerajaan Pajajaran dengan Islam, sesuai pengalaman panjang pengarang dalam meriset cerita tutur di Jawa Barat,” ucapnya, Senin (26/10/2020).

Drama ini dipentaskan oleh Komunitas Budaya Posstheatron bersama Hisdraga dan beberapa komunitas lainnya. Dengan menggabungkan sejarah, dongeng dan babad, tentang Prabu Kean Santang yang menyebarkan agama Islam di Pajajaran.

Pentas ini sebagai usulan pementasan kreatif inovatif pada Kemendikbud program Bantuan Pemerintah Fasilitasi Bidang Kebudayaan Tahun 2020 melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sesuai dengan target pemerintah agar nilai-nilai kesenian dan kebudayaan dapat menjadi soft diplomacy dan soft power. Agar terjadi transfer knowledge antara pelaku kesenian dan kebudayaan dengan publik luas.

Baca Juga:  Insiden di Bukit Tinggi Pesan Wagub Uu Saat Touring Jangan Arogan

Dirinya berharapa kegiatan ini menjadi terciptanya pertunjukan inovatif berbasis budaya, yang kuat secara nilai estetika dan pariwisata, terdapatnya Video dokumentasi pertunjukan bernilai sinematik yang baik, juga bangkitnya gairah pelaku seni dan budaya dalam menggali kearifan lokal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here