Ridwan Kamil: Mohon Dipahami, Tanpa Partisipasi Publik, COVID-19 Ini Tidak Bisa Ditangani

0
88

BANDUNG, JABARBIACARA.COM – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar menyatakan, penanganan COVID-19 merupakan tanggung jawab semua pihak.

Hal itu dikarenakan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun, amat penting dalam mengendalikan sebaran COVID-19.

“Kolaborasi dari semua pihak menjadi benteng utama dalam mencegah penyebaran COVID-19,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– dalam jumpa pers di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (17/11/20).

Kang Emil pun mengimbau semua lapisan masyarakat, mulai dari pemimpin komunitas sampai organisasi masyarakat (ormas), untuk tetap menerapkan protokol kesehatan manakala menggelar kegiatan.

Baca Juga:  Beberapa Tokoh dan Eks Legislator DPRD Garut Memantapkan Diri di Partai NasDem

“Silakan berkegiatan, silakan produktif. Bikin acara, tapi dengan menggunakan Adaptasi Kebiasaan Baru. Jangan produktif, tapi masih pakai pola kebiasaan lama. Intinya kita semua boleh produktif, asalkan dengan kebiasaan baru,” ucapnya.

“Jadi, silakan dilaksanakan acara keagamaan, acara rapat, acara seminar, tapi dibatasi yang hadirnya. Sisanya, bisa mengikuti secara daring dari rumah. Pesannya sampai, protokol kesehatannya juga terjaga,” imbuhnya.

Kang Emil pun melaporkan penanganan COVID-19 dari sisi epidemiologi. Menurut ia, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Jabar terus meningkat. Dari 73 persen menjadi 76,9 persen.

Berdasarkan data Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar) pada Selasa (17/11/20), pengetesan (testing) metode uji usap (swab test) Polymerase Chain Reaction (PCR) sudah mencapai 604.466 spesimen.

Baca Juga:  Bupati Bogor Marah karena Rhoma Irama tetap Tampil, Warga akan Dites Covid, Rhoma: 'Nyumbangkan Lagu'

“Alhamdulillah makin banyak orang yang sembuh, angka kematian pun turun dari 1,9 persen menjadi 1,8 persen,” kata Kang Emil.

“Yang sedang kami waspadai adalah lonjakan kasus pascalibur panjang (Oktober 2020). Ada peningkatan keterisian rumah sakit yang menyentuh 66,55 persen. Kami akan terus menekan angka tersebut,” tambahnya.


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here