Sekelumit Kesedihan Seorang Yuli yang Meninggal Saat Lapar di Tengah Corona

0
55

JABARBICARA.COM— Sebelum meninggal, perempuan bernama Yuli Nur Amelia (42) dan keluarganya itu harus menjalani hari-hari yang menyedihkan selama Banten KLB virus corona.

Diambil dari suarabanten.id, Yuli dan keluarga yang selama ini hanya bergantung pada penghasilan suami mengangkut sampah ini, harus bisa menahan lapar selama dua hari.Hal Itu dikarenakan sang suami tak memunyai penghasilan apa pun sebagai dampak isu Corona.
Selama dua hari Yuli bersama keempat anaknya menahan lapar. Selama dua hari itu pula mereka hanya meminum air putih.

Dua hari menjelang kematiannya itu, Yuli masih berkisah, menuturkan sang suami yang bekerja serabutan dengan penghasilan Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per hari.

Baca Juga:  PC IMM Garut Berkasih kepada Jompo Dhu'afa

“Sekarang suami diajak temannya mengangkut sampah dari perumahan,” ungkap Yuli sambil meneteskan air mata.

Suarabanten.id menuliskan, wabah virus corona covid-19 membuat perekonomian keluarga Yuli semakin terpuruk. Suami yang biasanya berpenghasilan setiap hari, kini hanya bisa memberi uang dua hari sekali.

Sambil terus meneteskan air mata, Yuli mengisahkan perjalanan hidupnya yang terus dilanda kesulitan. Akibat kondisi hidup demikian, satu anaknya yang perempuan harus putus sekolah karena tidak adanya biaya.

“Satu (lulus) sampai SMP saja, yang satunya SMP kelas dua berhenti (tak ada biaya),” ucapnya.

Yuli mengungkapkan, selama anaknya bersekolah, dia sering menjadi korban ledekan serta menjadi saran bulian. “Karena berasal dari keluarga miskin, ” ungkapnya.

Baca Juga:  Strategi Mencegah Penyebaran Covid-19 Ala Kampung Cilimushideung

. Pada Senin (20 /04 /2020) pukul 15.00 WIB kemarin Yuli meninggal dunia. 

Suami Yuli, Kholid, menjelaskan pagi hari sebelumnya Yuli masih sempat berbincang di rumah. Kholid tak melihat ada tanda-tanda sakit di raut muka istrinya.

Sampai pukul 13.00 WIB, Yuli masih seperti biasa berinteraksi dengan empat anaknya. Kemudian sekitar pukul 14.00 WIB, ia mendapatkan kabar dari sang anak bahwa istrinya pingsan.
“Pingsan dibawa ke puskesmas pukul 15.00 tapi ya itu puskesmas bilangnya sudah tidak ada (meninggal),” katanya kepada awak media di kediamannya, Senin (20/4/2020).
(tg) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here