Seleksi Calon Kepsek di Disdik Jabar Diduga Adanya Nuansa Maladministrasi

0
520

GARUT, JABARBICARA.COM — Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat melakukan seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) SMA/SMK dan SLB untuk mengisi kekosongan di SMA/SMK dan SLB pada 2021 nanti.

Seleksi BCKS tahun 2020 telah bergulir, yang pelaksanaanya melalui daring dan telah mengumumkan kelulusan tahap 1, beberapa calon Kepala Sekolah dinyatakan tidak lulus dengan menimbulkan ribuan pertanyaan dan diduga ada maladminstrasi.

Dalam akun tweeter @jabarbicaraok, Ali Yuyus menggulirkan komentar kritik atas munculnya banyak masalah dalam penyelenggaraan BCKS 2020.

“Pertama teman saya dinyatakan lulus tapi berjarak berapa lama dinyatakan tidak lulus, kan lucu, ada apa ini,” katanya.

Dari hasil seleksi Calon Kepala Sekolah tersebut dapat dikatakan bahwa seluruh proses BCKS yang dilaksanakan Disdik Jabar dinilai tidak profesional atau dikatakan ada yang tidak beres.

Baca Juga:  Sat Narkoba Polres Garut Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Jenis Ganja Kering

“Sepertinya sistem yang belum siap dan mindset panitia pelaksana yg masih enggan berubah dari kebiasaan lama dalam perkeliruan. Saya kira Ini program gagal!,” tegasnya. @jabarbicaraok

Idwan Kartiwan seorang peserta Seleksi BCKS saat dihubungi team Jurnalis jabarbicara.com mengatakan, bahwa seleksi BCKS 2020 diduga telah terjadi maladministrasi dalam pelaksanaan, disebabkan panitia dalam bekerjanya diduga banyak melanggar juknis yang sudah ditetapkan Disdik Provinsi Jawa Barat, sehingga banyak merugikan banyak peserta seleksi.

“Banyak peserta yang merasa dirugikan dan diuntungan dari malasministrasi BCKS, serta adanya unsur kesengajaan merubah hasil yang sudah di umumkan ke peserta seperti ditemukan beberapa kasus peserta yang semula dinyatakan lulus malah berubah jadi tidak lulus dalam beberapa jam dan sebalik yang awalnya dinyatakan tidak lulus malah dirubah menjadi lulus. Itu kan aneh, ” tegas Idwan, Senin (14/12/2020).

Baca Juga:  Sikap Pimpinan DPRD Garut Membuat AGB Kecewa dan Berang

Ditambahkan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan puluhan peserta korban maladministrasi dari 4 kabupaten yaitu kabupaten Garut, Ciamis, Sumedang dan kabupaten Bandung, sudah terkumpul banyak bukti atas maladministrasi BCKS 2020 tersebut. “Dalam minggu kami beserta teman akan membawa seluruh bukti ketidak beresan dan kecurangan administrasi BCKS ke Komisi V DPRD Jabar dan Polda Jabar apabila diduga ada unsur pidananya, pungkas Idwan (team)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here