Seminar International online Prodi DKV Universitas Paramadina-ASEDAS-2020 ‘Digitalized Design for Social Life and Spesial Need’

0
303
Ketua pelaksana acara Ayoeningsih Dyah Woelandhary, Kaprodi DKV Universitas Paramadina-Jakarta.

JABARBICARA.COM– Percepatan teknologi sebagai bagian dari disrupsi dalam satu dekade ini memaksa kita untuk memahami dunia digital lebih dalam. Kondisi tersebut semakin dramatis dengan kondisi pandemik saat ini. Dimana aktivitas manusia terbatas secara fisik, namun tidak menyurutkan dinamika medan sosial desain. begitupula dengan perkembangan teknologi informasi, kini terintegrasi secara masif dengan keseharian hidup manusia. Ilmu Desain adalah salah satu ilmu yang berkaitan erat dengan aspek kehidupan manusia, dan permasalahan di atas, dengan bahasa visual yang mudah dipahami, dimengerti diharap dapat menjawab semua tantangan tersebut, maka dibutuhkan kajian kajian mendalam dari para akademisi untuk menjadikan dunia desain tetap selaras memberikan solusi dan bahkan bisa menciptakan banyak inovasi dan peluang bagi banyak orang dimasa depan.

Salah satu kegiatan untuk mensosialisasikan temuan para desainer dibutuhkan ruang komunikasi berupa seminar, dimana Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Paramadina bersama ASEDAS (Asean Digital Art Society), yakni organisasi seniman Digital Asia Tenggara didukung oleh UK Maranatha Bandung, UPSI Malaysia dan Banglore-New Delhi, menyelenggarakan kegiatan seminar tema “Digitalized Design for Social Life and Spesial Need”, pada Rabu, 9 September 2020, pukul 15.00-17.00 WIB, dengan platform Zoom.

Baca Juga:  Pelatihan Melukis Batik, dengan Media Gutta Tamarind.

Ketua pelaksana acara Ayoeningsih Dyah Woelandhary, Kaprodi DKV Universitas Paramadina menyebutkan tujuan kegiatan lintas mitra adalah selain bertukar informasi, memperkuat jejaring, dan berbagi perkembangan ilmu desain, agar kedepan dapat menghasilkan karya desain yang bermanfaat, mudah dimplementasi pada masyarakat luas. Dalam acara ini kepanitian secara solid dilakukan oleh Tasri Jatnika, Agoes Joesoef dan Mohamad Sajili sukses melibatkan partisipan sebanyak 190 peserta yang berasal dari Zimbabwe, Malaysia, India, ITB, Malang, Sumatera dan dari kota besar lainnya. Acara dihadiri juga oleh Dekan Fakultas Ilmu Rekayasa, Ibu Gilang Cempaka, dan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Fatchiah E. Kertamuda, yang menjelaskan bagaimana saat ini dunia desain sudah sangat banyak berperan dalam setiap elemen kehidupan, hingga dibutuhkan penguatan agar dampaknya semakin luas dan manfaat.

Baca Juga:  Dosen dan Mahasiswa FDIK Universitas Esa Unggul sertai Pameran Poster Asedas 2020

Pembicara pertama adalah Divja Baid, Graphic Designer dari Banglore India, memaparkan seputar Design Method, yang menjelaskan ragam pendekatan yang digunakan dalam sebuah metoda desain, Jamilah binti Omar, dari UPSI Malaysia menjelaskan materi Visual Content and Design in Social Media, dalam presentasinya diperlihatkan bagaiaman ragam visual desain dalam media sosial masa kini, pemateri ke 3 adalah Rio Satriyo, dengan tema Visual Story Telling in Digital Illustration as a Method to Deliver Messages, menjelaskan bagaimana keberadaan ilustrasi digital sebagai penyampai pesan, dan terakhir Mohamad Dzikri Alhamdi, menjelaskan hasil penelitiannya berupa Designing Interactive Lift A Flap Picture Books as Theurapeutic Supports for Children with Autism Spectum Disorder (ASD) Speech Delay, dan keduanya adalah Dosen Prodi DKV Universitas Paramadina dan saat ini telah Terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, dengan moderator dipandu oleh Tessa Eka Darmayanti, Dosen Interior dari UK Maranatha Bandung.

Banyak hal dibahas dengan keunikan pemaparan dari sudut akademis & praktis yang dapat membuka wawasan kepada peserta, serta dialog yang hadir dapat menjadi salah satu solusi dan pengembangan pada ketersediaan desain yang mampu berintegrasi ke dalam masyarakat .

Baca Juga:  Karya Apik Pameran Akademik Mahasiswa DKV dan DP Universitas Paramadina

Prodi DKV Universitas Paramadina juga bangga dapat bermitra dengan Asedas, terutama pada Ibu Ariesa Pandanwangi dan team selaku founder Asedas Indonesia yang telah menjembatani proses pelaksanaan seminar online tersebut. Diharapkan peserta yang hadir dapat membawa ilmu dan wawasan baru dari kegiatan sekalgus menginspirasi agar masyarakat untuk tetap produktiv melahirkan gagasan dalam desain walaupun dalam era pandemi. (Art/Jb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here