Suminta Pilih Profesi Pemulung di Masa Pandemi Demi Bertahan Hidup Menafkahi Anak Istri

0
148

KABUPATEN BOGOR, JABARBICARA.COM – Pandemi Covid-19 hingga kini belum berakhir di Indonesia. Dampak dari pandemi begitu terasa bagi perekonomian hampir di segala sektor dan berpengaruh pula terhadap aktivitas dan kelangsungan hidup masyarakat untuk tetap bertahan dari keterpurukan. Bertahan untuk tetap survive dari himpitan ekonomi makan misalanya yang merupakan kebutuhan primer masih bagus, seperti yang dialami salah seorang pemulung barang bekas yang memiliki sepuluh orang anak.

Dikonfirmasi JabarBicara.com, Suminta atau Remon berprofesi sebagai pemulung yang beralamat di kampung Sawah Poncol Rt 01 Rw 05, desa Iwul, kecamatan Parung, kabupaten Bogor mengatakan, sebelum jadi pemulung dulunya saya sebagai supir angkot dari tahun 1975 – 2018. Pertengahan 2018 saya mengadu nasib beralih profesi jadi pemulung karena penghasilan sebagai supir angkot semakin menurun karena banyak penumpang yang beralih ke kendaraan pribadi roda dua (motor) dan ojek online (Ojol). Kadang penghasilan yang didapat hanya cukup untuk bayar setoran. Kalaupun ada lebihnya hanya dua puluh sampai dengan tiga puluh ribu. Uang itu untuk makan saja tidak cukup, ujar Suminta yang memiliki sepuluh anak itu, Kamis (25/03/2021).

Baca Juga:  Pesantren Najahan Produksi Kopi Siap Seduh dengan Pilihan Rasa

“Selama masa pandemi saya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Ketika saya mau menerima bantuan terkendala dengan administrasi dan birokrasi yang tidak mudah. Pernah ditawari Rt tapi saya menolak duluan karena tidak mau pusing dengan segala macam persyaratan yang harus disiapkan sebagai syarat awal menerima bantuan. Bukan nolak bantuan tapi kalau dipermudah persyaratannya saya mau dan ada kepastian wujud bantuannya jangan hanya berharap”, tambahnya.

Lanjut Suminta, “Jadi pemulung, mencari barang-barang bekas kadang membeli sudah cukup buat makan anak keluarga. Barang-barang bekas yang saya dapatkan dikumpulkan dulu setelah jumlahnya cukup banyak baru dijual. Penghasilan saya rata-rata 200 ribu seminggu. Uang itu saya gunakan untuk kebutuhan makan dan sekolah anak. Tapi ada anak saya yang sudah bekerja mau membantu adik-adiknya untuk biaya sekolah membantu ketidak cukupan pendapatan saya”, tambahnya.

Baca Juga:  Peringati HAN 2020, Kota Bogor Focus pada Pencegahan Penyebaran Covid- 19 di Kalangan Anak-anak

“Harapan saya ada bantuan dari pemerintah atau siapapun supaya dapat mengembangkan usaha yang tengah dijalani supaya bisa maju. Profesi saya sebagai pemulung bagi anak tentu ada yang setuju ada juga yang tidak setuju. Tapi profesi ini harus tetap saya jalani demi kelangsungan hidup dan kehidupan buat saya pribadi dan keluarga”, pungkasnya (Ard4rt).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here