Tak Benar Keluarga Komali Kelaparan

0
24

GARUT, JABARBICARA.COM—  Viral di media sosial ada warga Kampung Gupitan RT 02/08, Desa Sukarame, Kecamatan Banyongbong, Kabupaten Garut,  yang di hebohkan kelaparan, ternyata tidak benar. 

Hal ini diketahui setelah adanya klarifikasi dari yang bersangkutan saat dikonfirmasi para awak media di kediamannya. Warga tersebut adalah bernama Komali (50) yang mempunyai istri bernama Elin dan ke empat anaknya diantaranya, Marini, Adung, Naya Seksi, Ayun.

“Saya tidak merasa kelaparan, ya kalau untuk sehari hari kami masih bisa mengusahakan untuk makan, tetangga juga masih ada yang peduli. Hanya saja memang saat ini karena kondisi wabah Corona, usaha dari hasil sopir angkutan memang sedikit terganggu dalam penghasilan, dan bahkan hanya bisa, untuk makan dirinya saja,” ucap Komali, Minggu (10/09/2020)

Baca Juga:  Sebuah Rumah di Cidodot Kadungora Garut Terbakar

Komali yang berprofesi sebagai sopir angkutan kota di Kota Bandung ini juga mengungkapkan terima kasihnya kepada warga, pengurus setempat, Pemerintah Desa dan lainnya yang responsif terhadap keluarganya.

“Alhamdulilah semuanya respon sama saya dan keluarganya akan kondisi ini, masalah anak saya sakit bukan karena kelaparan, ini keteledoran saya tidak cepat memeriksa dan berobat,” kata Komali.

Ketua Rukun Warga (RW) 08, Ee Herdiana, menuturkan, prihatin dengan informasi yang dengan gampangnya menyebarkan tanpa ada konfirmasi dan klarifikasi dahulu ke pengurus setempat atau Pemerintah Desa.

“Sebenarnya saya merasa prihatin karena ada warga saya diviralkan begitu saja tanpa ada konfirmasi dan klarifikasi ke pemerintah setempat. Keluarga termasuk warga pun merasa terusik dan tidak nyaman, karena, semua warga yang ada, semuanya sangat peduli dengan keberadaan kondisi keluarga tersebut,” tuturnya.

Baca Juga:  'Mestinya Bilang enggak Sengaja atuh, biar Setahun doang', Kata Melanie Subono, Terkait Tuntutan 16 Tahun terhadap Tersangka Penusukan Wiranto

Ketua RW juga menegaskan, justru warga RW 08 sangat peduli terhadap tetangganya yang berada di garis kemiskinan, mereka terkadang bahu membahu membantu secara swadaya untuk mengatasi hal tersebut.

“Saya tegaskan viral kelaparan ini tidak terjadi, bahkan kalau ada indikasi kesana, warga siap membantu agar jangan sampai terjadi hal demikian,” tandasnya. (Hendar) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here