Tanggapan Pengurus Besar Mahasiswa Keguruan Indonesia (PB MKI) Terkait Statement Bupati Garut Saat Ditanya Soal Aksi Pemkab Sumedang Yang Memotong Gajinya serta ASN Untuk 4 Bulan Kedepan Selama Wabah Corona

0
73
Raden Irfan NP, Ketum PB MKI (Dok: MKI)

GARUT, JABARBICARA.COM – Dalam situasi pencegahan dan antisipasi penyebaran wabah Covid-19 yang dikhawatirkan berdampak buruk pada kelangsungan hidup umat manusia dan stabilitas ekonomi dalam negeri, pemerintah pusat dan daerah tengah melakukan ragam upaya baik upaya yang tersusun dalam rencana percepatan penanggulangan seperti pola kerjasama antara pemerintah pusat-daerah, dan pemerintah dengan masyarakat maupun upaya yang bersifat mandiri seperti aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh jajaran Aparat Sipil Negara dan kalangan masyarakat luas yang di wujudkan oleh tindakan pribadi maupun kelompok, komunitas dan organisasi.

Gubernur Jawab Barat , Ridwan Kamil contohnya telah menyampaikan bentuk sederhana dari aksi kemanusiaan ini secara mandiri melalui pemotongan gajih gubernur, wakil gubernur dan jajaran ASN Pemrov Jabar selama empat bulan kedepan untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Baca Juga:  Irvan Dedy: WFH, LFH Aplikasi Pendidikan dan Pembelajaran abad 21

Aksi kemanusiaan itu juga dilakukan oleh pemkab Sumedang yang memotong gaji Bupati, wakil bupati, sekda dan jajaran ASN nya untuk disumbangkan kepada warga terdampak Covid-19 melalui Baznas Sumedang.

Dalam situasi ini lapisan dan elemen masyarakat serta pemerintah begitu gencar melakukan giat kemanusiaan yang seyogianya perlu kita apresiasi selama hal tersebut bertujuan untuk kebaikan.

Namun hal yang disayangkan statement Bupati Garut, Rudi Gunawan, S.H, M.H saat diwawancarai oleh wartawan, Rabu malam (01/04/2020) di halaman aula pendopo kabupaten Garut yang ditanyai oleh salah satu wartawan; bagaimana dengan Garut, setelah Bupati Sumedang, Wakil Bupati, Sekda dan jajarannya memberikan potongan gajihnya untuk disalurkan dalam giat pencegahan Covid-19. Dalam menjawab pertanyaan tersebut, Bupati Garut menjawab kurang lebih seperti ini, kalo mau sedekah (berbuat baik) ya sedekah saja tidak usah seperti itu, kita sudah ,Bapeda sudah, yang lain juga sudah, tidak usah so-soan seperti itulah, kalau mau sedekah, ya sedekah saja.

Baca Juga:  Secercah Cerah dari Hikmah Terbakarnya Sepatu Rian

Statement Bupati Garut tersebut menurut kami, sangat tidak pantas dan sangat tidak mencerminkan pribadi seorang Bupati. Kami merasa warga masyarakat Garut pun tentu akan merasa malu dengan sikap Bupati Garut yang tengah menyinggung perasaan Pemerintah Kabupaten Sumedang bahkan secara tidak langsung juga hal tersebut telah menyinggung masyarakat Sumedang yang ada dalam pemerintahannya.

Terlebih, aksi tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Secara tidak langsung Statement Bupati Garut tengah menyinggung upaya Gubernur Jabar yang menginisiasi pemotongan gajih gubernur, wakil gubernur serta jajaran ASN Pemrov Jabar.

Menyikapi hal ini, kami berharap Gubernur Jabar atau Menteri Dalam Negeri memberikan teguran kepada Bupati Garut atas pelanggaran etika yang menurut kami tengah menodai harga diri masyarakat Garut dan Pemkab Garut khususunya atas ucapan yang berpotensi melahirkan konflik dan ketersinggungan terhadap  pemerintah kabupaten Sumedang serat warga masyarakat nya.

Baca Juga:  19 Orang Meninggal Dunia Dari 227 Positif Corona, Tempatkan Indonesia Sebagai Negara Dengan Fatalitas Kematian Tinggi

Dalam situasi seperti ini, tentu kita harus saling percaya, saling menjaga, kerja sama antar daerah otonom di wilayah Provinsi Jawa Barat khususnya. Ucapan-ucapan yang dapat memicu konflik, dan permusuhan sangat tidak pantas diucapkan ditengah situasi Covid-19.

Demikian pres reales ini kami sampaikan sebagai tanggapan kami dari Pengurus Besar Mahasiswa Keguruan Indonesia (PB MKI) atas statement Bupati Garut.

Penulis : Raden Irfan NP

Jabatan : Ketua Umum PB MKI

Isi Tulisan Di Luar Tanggungjawab Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here