Tenaga Medis Mulai Berjatuhan, Ketua PPNI Garut Ajak Tetap Berjuang Di Garda Depan.

0
40

GARUT, JABARBICARA.COM– Apa yang ditakutkan bakal menimpa kalangan tenaga medis atau tenaga kesehatan sejak awal Covid-19 ini mewabah akhirnya benar terjadi. Satu demi satu tenaga medis baik dokter, dokter gigi, dan perawat di Garut dinyatakan positif Covid-19 setelah melaui serangkaian rapid dan swab test.

Tidak terkecuali seorang bidan di salah satu fasilitas kesehatan (faskes) reaktif terhadap rapid test untuk kemudian dilanjutkan pemeriksaan swab test agar jelas status covid nya.

Dengan terinfeksinya beberapa tenaga medis tersebut, Satgas Covid-19 Garut mengambil langkah menutup sementara oprasional beberapa faskes tempat dimana tenaga kesehatan tersebut bertugas.

Hal itu membuat Ketua PPNI Garut, Karnoto S.Kep.,M.Si merasa prihatin. Kepada sejumlah awak media, Ia mengungkapkan rasa keprihatinnya, Kamis (30/04/2020).

Baca Juga:  Usai Giat Limbangan, DPC PDI-P Bangun Rumah Abah Ape dan Ahim juga Masjid di Kp. Caringin Lebakjaya.

“Dengan terus bertambahnya kasus Covid-19 dan mulai berjatuhannya tenaga medis di berbagai daerah termasuk di Garut yang terinfeksi Covid-19 walaupun berbagai upaya sudah kita lakukan untuk membentengi diri, ini artinya pemerintah dan semua pihak harus melakukan evaluasi besar tentang efektifitas penanggulangan Covid-19 di Garut,” ucap Karnoto yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Garut.

Dijelaskannya, melihat perkembangan Covid-19 memang terasa sekali dalam satu bulan terakhir khususnya di Garut.

“Terutama dengan telah banyaknya orang yang mudik dari sekitar Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi menuju kapung halamannya di Garut. Realese terbaru hari Rabu, 29 April 2020 tercatat ada 576 OTG, 2.376 ODP, 51 PDP dan 10 positif Covid-19. Adapun kasus Covid-19 yang meninggal, 11 ODP, 11 PDP, dan 1 positif Covid-19,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ade Husna : Jangan Ragukan Kami Dalam Memperjuangkan DOB Kabupaten Limbangan

Besarnya resiko terpapar Covid-19 terhadap kalangan tenaga kesehatan, menurutnya masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan positif.

“Kami berharap jangan ada stigma negatif dari masyarakat terhadap para tenaga kesehatan yang saat ini sedang berjibaku menanggulangi Covid-19. Jika mungkin, apresiasi dan fasilitasi harus diberikan agar mereka bisa bekerja dengan baik,” ujarnya.

Dan untuk tenaga medis yang positif Covid-19, lanjut Karnoto, mohon pemerintah daerah bisa memfasilitasi proses isolasi, pengobatan dan perawatannya secara khusus dan terpisah dari pasen umum Covid-19.

“Ini demi kesinambungan pelayanan kesehatan di Garut,” jelas Karnoto yang juga merangkap sebagai wakil ketua FORKOPKES, sebuah forum tempat semua tenaga kesehatan baik dokter, perawat, bidan, apoteker dan lain lan berhimpun di Garut.

Baca Juga:  Polisi Sudah Mengantongi Identitas Penabrak Mobil Ahmad Hanafi Rais

Selain itu, Ia menegaskan kepada kawan kawan dokter, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker dan tenaga kesehatan agar jangan sampai mundur selangkahpun.

“Tuhan telah menakdirkan kita semua sebagai pasukan garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19. Ini adalah tugas sejarah yang harus kita tuntaskan. Niat baik dan ikhtiar yang keras, cerdas dan cermat Insyaallah akan menemukan akhir kesudahan yang baik. Masyarakat, pemerintah dan Tuhan senantiasa bersama kita hingga Covid-19 bisa segera enyah dari kehidupan kita,” pungkasnya. (Moli)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here