TOP De Amor, Ojeg Ambulan Inovasi Layanan di Puskesmas Cihurip

0
82
Top De Amor, ojeg ambulan layanan Puskesmas Cihurip kabupaten garut (Poto: Yuyus Ys/ JabarBicara)

JABARBICARA.COM:— Top De Amor, sebuah solusi permasalahan kegawatdaruratan kesehatan khususnya pada ibu dan anak yang mengalami keterlambatan penanganan karena kurang kesiapsiagaan masyarakat, salah satunya dibidang transportasi.

Mengantisipasi hal itu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cihurip, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, berupaya meminimalisir kendala itu dengan digulirkannya inovasi dengan Program Tukang Ojeg Puskesmas Dengan Ambulan Motor atau disingkat TOP De Amor.

Dengan progran ini, UPT Puskesmas Cihurip siap siaga melakukan jemput dan antar dengan menggunakan kendaraan ambulan puskesmas, salah satunya dengan memberdayakan tukang ojek yang mangkal di sekitar puskesmas.

“Disesuaikan dengan kondisi jalan dan jarak, mereka harus siap panggil untuk menjemput ibu bersalin dari rumah tempat tinggal ke Puskesmas Cihurip, atau  antar jemput bidan untuk melaksanakan kunjungan Ante Natal Care (ANC) ke rumah ibu hamil yang kurang mengakses ke posyandu dan puskesmas,” ujar Kusyanadi, Kepala UPT Puskesmas Cihurip, sang inovator.

Baca Juga:  Gebyar Profesi Ners PPN IX, Ratusan Warga Linggamukti Berbaur Dengan Mahasiswa

Menurutnya, Program inovasi TOP De Amor yang telah berjalan sejak tahun 2017 ini merupakan sebuah inovasi alternatif situasional yang mencoba mengkolaborasikan kegiatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan memberdayakan tukang ojek yang mangkal di sekitar UPT Puskesmas Cihurip, sehubungan adanya kendala kondisi geografis  pegunungan yang tidak memungkinkan menggunakan kendaraan roda empat atau ambulan puskesmas.

Setidaknya dengan inovasi, kata Kus, masalah kematian ibu dan bayi bisa terpecahkan, selain pelayanan kesehatan ibu yang berisiko terhadap kasus kematian ibu dan bayi, juga persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan, dan sisi ekonomi dapat mendukung terhadap pemberdayaan tukang ojek.

Tata cara pembayarannya cukup sederhan, tukang ojek dibayar oleh si ibu hamil penerima BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) dan jampersal  melalui Puskesmas Cihurip. Sedangkan ibu hamil non BPJS PBI dan non Jampersal biaya transportnya dibayar langsung keluarga ibu hamil. (Yuyus Ys/Ik)

Baca Juga:  Gandeng Puskesmas, Pemdes Cintarasa Lakukan Penyemprotan Disinfektan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here