Umat Muslim Garut Unjuk Rasa Mengecam Tindak Negara Prancis

0
231
Unjuk rasa mengecam tindakan Prancis (photo Istimewa)

GARUT, JABARBICARA.COM — Ratusan umat Muslim Tergabung Ormas Islam, Pesantren dan Masyarakat dari berbagai daerah di Kabupaten Garut menggelar aksi unjuk rasa mengecam tindakan Prancis yang dianggap menghina nabi dan umat muslim lewat karikatur yang dimuat majalah Charlie Hebdo. Aksi tersebut juga dipicu pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang ‘separatisme Islam’ saat berpidato mengenang Samuel Paty guru yang tewas dibunuh awal bulan ini di depan sekolahnya. Rabu (5/11/2020)
 
Ratusan umat Muslim di Kabupaten Garut mengecam tindakan Prancis yang dianggap menghina Nabi Muhammad dan umat Islam lewat karikatur nabi yang dimuat Charlie Hebdo dan rencana membuat undang-undang yang menentang ‘separatisme Islam’ yang diumumkan Emmanuel Macron beberapa waktu lalu.
 
Pernyataan sikap itu dilakukan dalam bentuk aksi unjuk rasa yang dihadiri ratusan orang di Bunderan SimpangLima Tarogong Garut dilanjutkan berjalan ke depan DPRD Garut. Massa aksi pun membentangkan bendera atau panji hitam bertuliskan lafaz tauhid dan membawa sejumlah poster diiringi gemuruh takbir. Di Bunderan Simpang Lima Tarogong Garut para pengunjuk rasa mengadakan orasi atau mimbar bebas di atas mobil bak dengan dilengkapy sound System
 
Dalam orasinya para orator aksi menyatakan sikap bahwa Pemerintah Kabupaten Garut harus memboikot produk Prancis. Hal itu dipicu pernyataan Presiden Prancis Emmanuele Macron, yang dianggap telah menghina umat muslim Dunia. “Kami umat Muslim tentu mengecam Presiden Prancis yang telah mengusik Rosul kami, untuk itu di Garut kami mendesak Pemda Garut memboikot produk asal Prancis sebagai bentuk penentangan umat muslim terhadap penghina Rosul,” Kata Abu Adin Syamsudin,  Korlap aksi bela Rosul.

Baca Juga:  Inilah Permintaan Pedagang Pasar Mawar Pasca Pembongkaran Kiosnya

Sesampainya di Depan Gedung DPRD masa memasuki lapangan parkir, disana pun secara bergantian dari perwakilan unjuk rasa berorasi. Tapi disayangkan para pengunjuk rasa merasa kecewa dikarenakan tidak dapat menemui Pimpinan atau Anggota DPRD Garut termasuk dari Pemda Garut. Walau rasa kecewa tetapi tidak membuat patah semangat para unjukrasa mengecam tidakan Prancis sehingga Pembaikotan Produk Prancis.

Kegiatan unjuk rasa berjalan aman dan tertib yang dikawal oleh aparat Kepolisian, TNI dan Satpol PP Kabupaten Garut.

(Djie/Frisca/JB)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here