Uz. Rohidin dan Yayasan Al-Qoyyuum Jadi Tim Relawan Covid-19

0
146

GARUT, JABARBICARA.COM– Ada pribahasa ‘jodo pati bagja jeng cilaka’ geus diatur kunu maha kuasa. (jodoh, kematian, kebahagian dan musibah’ telah diatur oleh Tuhan Yang Maha Kuasa)

Memasuki masa pandemi Covid-19 yang sudah hampir 18 bulan, dimana sudah ratusan ribu orang se-Indonesia yang meninggal dunia, termasuk didalamnya adalah warga masyarakat yang ada di Kabupaten Garut.

Seperti yang di tuturkan oleh Ustadz Rohidin bersama tim relawan Covid-19 dari Yayasan Al-Qoyyuum Depok Kecamatan Pakenjeng Garut, mendapatkan kepercayaan untuk menjadi relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19 di
Kampung Babakan Lio RT.01/RW.02 Desa Depok Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut.

Dikatakannya, “karena naluri kemanusiaan, saya bersama rekan-rekan dari yayasan, bersedia untuk menjadi relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19, dimana di kampung kami dalam waktu dua pekan sudah ada 6 orang yang meninggal dunia dan 4 orang diantaranya meninggal karena Covid-19, semua orang pada berkeberatan untuk menjadi relawan Pemulasaran Jenazah, maka sebagai seorang muslim, bismillahirrahmanirrahim, kami bersama rekan dalam rangka ibadah, kami ikhlas dan ridho untuk melakukan itu, karena sesungguhnya kewajiban manusia yang hidup berkewajiban untuk dapat memulasara manusia yang telah meninggal dunia, seperti memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkannya, ucapn Ustadz Rohidin

Baca Juga:  Maaf Pak Jokowi, Anda Sudah tak lagi Dipercaya, Rakyat Malah Bikin Old Normal

“Banyak suka dan duka yang kami alami dalam Pemulasaran Jenazah Covid-19 tersebut, bahkan ada satu warga yang meminta agar peti dan jenazah nya agar di kuburkan seperti biasanya, sayapun terpaksa tidak bisa melerainya,” ungkapnya.

Ustadz Rohidin juga mengungkapkan, “yang menjadi perhatian saya adalah bagaimana untuk bisa mendapatkan APD (Alat Pelindung Diri) karean saya sendiri was-was kalau dalam Pemulasaran Jenazah Covid-19 tersebut tidak memakai APD takut tertular penyakit tersebut, akhirnya alhamdulilah kami mendapatkan bantuan dari rekan kami di DPP FAGAR Garut sehingga kami lega dalam melakukan proses penguburan tersebut,”

“Alhamdulilah dengan kejadian tersebut, sekarang di desa kami telah di sediakan APD dan alat-alat prokes yang lainnya,” ujar Ustadz Rohidin yang sekarang di percaya menjadi Kepala SMA Persis Pakenjeng dan Ketua DPC FAGAR Kecamatan Pakenjeng. (AS/Jabi).

Baca Juga:  Mantan Menkes Siti Fadilah jadi Trending, Sebut Covid-19 tak Mematikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here