Viral di Soal Ujian Ada Nama Anies dan Megawati, Ini Jawaban Kadisdik DKI

1
875

JAKARTA, JABARBICARA.COM — Beredar foto soal ujian sekolah yang mencantumkan nama Anies dan Mega yang diduga merujuk pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dalam soal itu, Anies dan Mega disandingkan dengan soal terkait perilaku amanah.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, pihaknya telah melakukan penelusuran dan konfirmasi kepada pihak sekolah yang membuat soal ujian sekolah tersebut. Dia menyebut, pertanyaan itu dibuat karena kompetensi pada mata pelajaran mengenai pembentukan karakter, integritas, sabar dan tanggungjawab

.

Informasi terkait soal ujian yang berisi nama Anies Baswedan dan Mega sebelumnya ramai beredar di media sosial dan aplikasi berbagi pesan. Ada dua soal ujian dengan jawaban pilihan ganda.

Baca Juga:  DPK GMNI FPIK, Soroti Masalah Tumpukan Sampah di Garut

Pada soal pertama, disebutkan bahwa Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta tak menggunakan jabatan untuk memperkaya diri, melainkan untuk menolong rakyat. Siswa pun diminta menjawab sifat apa yang ditunjukkan oleh Anies itu.

Lalu pada soal lainnya, disebutkan bahwa Anies kerap diejek Mega, namun Anies tak pernah marah.

Terkait nama itu, diakui bahwa redaksionalnya memang memiliki kesamaan nama dengan pejabat. Namun, kata dia, tidak ada maksud mendukung maupun mencemarkan nama baik pejabat publik.

“Disdik tidak pernah mengimbau kepada guru di sekolah untuk membuat soal ujian sekolah dengan menyebutkan nama pejabat publik tertentu,” kata Nahdiana melalui keterangannya, Sabtu (12/12).

Dia telah memastikan dan mengarahkan guru yang membuat soal untuk tidak mengulangi perbuatannya. Karena hal tersebut berpotensi menjadi unsur pelanggaran netralitas terhadap posisi ASN,” kata Nahdiana dalam keterangan di laman resmi PPID DKI Jakarta, Sabtu (12/12/2020).

Baca Juga:  PSBB untuk DKI Jakarta Mulai Berlaku Hari Ini

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mengimbau kepada para ASN, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta untuk tetap menjaga netralitas sehingga bisa memberikan pelayanan publik yang baik.

“Dan telah memperingati guru yang membuat soal ujian sekolah tersebut untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Karena, hal tersebut berpotensi menjadi unsur pelanggaran netralitas terhadap posisi ASN,” tegasnya.

Dalam keterangannya, Nahdiana tak menjelaskan sekolah mana yang membuat soal ujian tersebut atau jenjang sekolah yang membuat soal ujian tersebut. ***


1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here