Wapalam FE UNIGA Kirim Relawan Bencana Pameungpeuk Garut

0
308

GARUT, JABARICARA.COM – Perubahan musim yang terjadi di Indonesia menimbulkan dampak bencana pada daerah yang rawan akan datangnya musim penghujan, salah satunya yang terjadi di Kabupaten Garut Selatan beberapa kecamatan mengalami bencana atas perubahan musim tersebut diantaranya banjir dan longsor.

“Lantas bagaimana mengantisipasi bencana yang sewaktu waktu bisa datang melanda?” ujar Dede Rusmana anggota muda Wahana Mahasiswa Pecinta Alam (Wapalam) Fakultas Ekonomi Universitas Garut, Rabu (14/10/2020).

Menurut Dede rusmana, kesadaran akan pentingnya keseimbangan ekosistem alami yang perlu ditumbuhkan di masyarskat. Karena penyebab dari bencana alam disebabkan oleh perilaku yang melanggar aturan di antaranya penebangan liar yang menyebabkan resapan air semakin berkurang yang pada akhirnya disaat musim penghujan kenaikan debit air di sungai meningkat disertai banyaknya sampah yang ada disungai tersebut.

Baca Juga:  Peringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Beberapa Organisasi Gelar Edukasi dan Baksos

Disaat musim penghujan seperti ini banyak sekali daerah-daerah yang rentan bencana banjir dan longsor.

“organisasi-organisasi yang bergerak dibidang lingkungan sangat dibutuhkan baik itu dikalangan komunitas maupun organisasi kemahasiswaan” ujar Dede Rusmana.

Pemerintah dan masyarakat serta peran mahasiswa terhadap lingkungan, kata Dede Rusmana, harus berkolaborasi antara satu dan lainnya untuk mengatasi bencana alam guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat terhadap keseimbangan ekosistem.

Wapalam FE UNIGA salah satu organisasi kemahasiswaan yang bergerak dilingkungan cepat tanggap dalam partisipasi permasalahan lingkungan, salah satunya bencana Garut Selatan, Wapalam FE UNIGA mengirimkan lima orang relawan yang dikoodinator langsung dilapangan oleh Ebi Raf Sanjani dan beberapa relawan lainnya.

Sebelum pemberangkatan relawan ke lokasi lapangan dilakukan upacara terlebih dahulu.

Baca Juga:  Hj. Sri Wulan Nia Terpilih Jadi Ketua MGMP PPKn Garut

“supaya relawan disana diberikan kelancaran serta keselamatan selama menjadi relawan dilokasi bencana” ucap Mohammad Muslim Akbar anggota muda Wapalam

“Sebagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi poin 3 Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), mahasiswa harus selalu peka terhadap rintihan masyarakat yang membutuhkan uluran tangan,” ucap Andres selaku pembina saat upacara.

“Mahasiswa adalah agen of change,” ucap andres saat upacara, “adalah agen intelektual yang akan merubah tatanan masyarakat menuju kesejahteraan”.

Aktif terhadap keseimbangan ekositem adalah suatu perbuatan terpuji yang mana ke depannya akan menjadi karma baik terhadap diri kita sendiri

“Turun ke lokasi bencana artinya mahasiswa disana hadir sebagai agen intelektual dalam menanggulangi bencana, menganalisa sebab akibat terjadinya serta solusi yang diberikan kepada masyarakat dan pemerintah setempat dalam mengatasi permasalahan tersebut”
ucap Andres

Baca Juga:  Bupati Garut Kembali Lantik 30 Kades Hasil Pilkades Serentak 2019

“Selain itu mahasiswa disana hadir juga dalam membantu melakukam kordinasi antara pemerintah desa setempat, kecamatan, dan kabupaten serta dinas – dinas terkait dalam mengatasi dampak dari bencana tersebut,” ucap Andres. (Fitri/Fris)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here