Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau Masyarakat Kp. Pameungpeuk Desa Cigadog Dambakan Pipanisasi Air Bersih

6
116
Musyawarah warga Kp. Pameungpeuk Desa Cigadog Kec. Sucinaraja Garut (Poto Fitri)

JABARBICARA.ID: Warga kampung Pameungpeuk RW 08 dan RW 09 Desa Cigadog Kecamatan Sucinaraja Kabuapaten Garut Jawa Barat, sangat mendambakan adanya bantuan pipanisasi untuk mengalirkan air kewilayahnya. Pasalnya jika musim kemarau tiba, kedua RW yang ada di kampung Pameungpeuk tersebut selalu kekurangan air. Demikian dikatakan Emon ketua RT 01/08 kampung Pameungpeuk desa Cigadog, dikediamannya di dampingi warganya.

“ Jika musim kemarau tiba warga kami sebanyak 2 RW, harus mengangkut air dari hilir dengan jarak hampir 1,5 KM dengan medan yang terjal. Air bersih itu untuk kebutuhan rumah tangga,” ucapnya

Pihaknya menerangkan Kampung Pameungpek merupakan wilayah perbatasan antara kabupaten Garut dan Tasikmalaya, yang letaknya dibelakang gunung Galunggung,  lokasinya dipegunungan dengan aktivitas seharian masyarakatnya bertani, tandas Emon, Senin (11/2/19).

Baca Juga:  Banjir Rendam Sejumlah Kampung di Pameungpeuk

Lanjut Emon untuk mengantisipasi kekeringan jika musim kemarau tiba di daerahnya, bisa dilakukan dengan mengambil air dari pusat mata air dengan menggunakan pipanisasi sepanjang 5 KM dari sumber air

“ Ada sumber air untuk memenuhi kebutuhan warga 2 RW di kampungnya dengan dilakukanya pemasangan pipa dari sumber air ke wilayahnya. Sumber air tersebut berada di gunung Cikukus milik wilayah perhutani Garut yang tak bisa dimanfaatkan warga Garut, akhirnya mengalir ke wilayah Kabuapaten Tasikmalaya,” terang Emon

Dia tandaskan sumber air yang ada di kaki Gunung Cikukus bila dimanfaatkan debit airnya cukup besar, tak hanya desanya saja melainkan dapat mengaliri sawah dua kecamatan.” Air dari gunung Cikukus bermanfaat bagi warga kampung Pameungpeuk khususnya, umumnya untuk dua kecamatan, bila dilakukan pemasangan pipanisasi,” ujar Emon

Baca Juga:  Terduga Ketagihan Seks Menyimpang, 19 Anak di Garut Ada di Rumah Aman

Pihaknya menjelaskan sumber air yang ada tersebut, tengah ada pengontrolan (survey) dari dinas terkait pemerintah kabupaten Garut, untuk dapat dimanfaatkan, namun hingga kini sarana pipanisasi itu belum juga terealisasi, jelasnya

Pihaknya dan warga berharap agar pemerintah daerah kabupaten Garut, dapat membantu untuk memberikan bantuan pengadaan piva paralon, untuk dapat mengalirkan air dari sumbernya ke wilayahnya. Hal itu untuk mengantisipasi kekeringan yang rutin setiap tahunnya bila kemarau tiba, pungkas Emon. (Fitri N/IKJ)

6 KOMENTAR

  1. It’s appropriate time to make some plans for the longer term and it’s time to be happy.
    I have read this publish and if I may I want to counsel you few fascinating issues or suggestions.
    Maybe you can write next articles referring to this
    article. I desire to learn more things approximately
    it! I will right away seize your rss feed as I can not in finding your email
    subscription hyperlink or newsletter service.
    Do you’ve any? Please permit me understand in order that I may just subscribe.
    Thanks. I have been surfing online more than 3 hours today, yet I never found any interesting article like yours.

    It is pretty worth enough for me. In my opinion, if all web owners and
    bloggers made good content as you did, the web will be a
    lot more useful than ever before. http://tagomi.com/

  2. Chants de guéгison amérindiens du Navajo
    La tribu amérindienne du Navaϳo, la deuxième plus grande trіbu amérindіenne d’Amérique du Nord,
    a սne très riche traditiоn de chants pour guérir les maladies de l’esprit,
    du coгps et ԁe l’esprit.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here