Jamkrindo Fasilitasi Pendirian Rumah Sampah Salarea

0
232

GARUT, JABARBICARA.COM– Sampah plastik kini menjadi momok menakutkan bagi lingkungan. Sampah ini kerap berserakan lantaran penangan yang kurang tepat. Indonesia bahkan didapuk sebagai negara nomor dua penyumbang sampah plastik di lautan.

Sampah juga menjadi salah satu persoalan yang akut di wilayah Kecamatan Cibatu, Garut, Jawa Barat. Tumpukan sampah liar muncul di sejumlah titik, misalnya saja di sekitar perempatan dan jalan lintas Pasar Tradisional Cibatu, sekitar eks pasar lama Cibatu, Congkang, sejumlah titik antara Jalan Cibatu-Cihuni.

Sejumlah sungai dan kali yang melintas Cibatu juga seakan menjadi tempat pembuangan sampah lantaran sebagian warga, karena tidak ada TPS. Tak pelak, akumulasi dari persoalan sampah ini menyebabankan banjir di beberapa titik di sekitar bantaran kali. Setidaknya, di awal tahun 2021 ini, dua kali banjir terjadi di Cibatu. Banjir baru terjadi tahun ini, padahal wilayah di Garut Utara justru langganan kekeringan dan krisis air bersih saat musim kemarau.

Baca Juga:  Sekda Jabar Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Garut. Semua Daerah Didorong Percepat Vaksinasi bagi SDM Kesehatan

Atas persoalan sampah dan ancaman banjir tersebut, telah menggungah Salarea Foundation untuk bergerak bersama warga untuk serius mengantisipasi dampak dari penurunan daya dukung lingkungan ini dengan mendirikan Rumah Sampah Salarea, pada akhir pekan lalu.

Rintisan bank sampah tersebut mendapat apresiasi dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), dengan memberikan dua unit mesin cacah sampah plastik. Badan usaha milik negara (BUMN) sektor keuangan ini juga bersama Salarea Fountadion menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk organik, pemilahan sampah plastik, dan pemanfaatan limbah plastik untuk kerajinan. Adapun pelatihan dilaksanakan selama dua hari dengan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan di Cibatu.

Nenden Kania Puji Asri, Kabag Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Jamkrindo menegaskan jika pihaknya akan terus mendukung dan mendampingi program penanggulangan sampah yang diisisiasi oleh Salarea Foundation bersama Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Komunitas Alam Loji, yang merupakan divisi lingkungan dari organisasi yang konsen terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan dan isu-isu terkait sosial-lingkungan.

Baca Juga:  “Sehate”: Memilah Sampah Menjadi Emas

“Saat ini kami memberikan bantuan berupa pelatihan dan mesin pencacah sampah. Mudah-mudahan ilmunya bermanfaat, alat atau mesinnya juga bermanfaat. Mampu meningkatkan produktifitas pengolahan sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi,” harap Nenden.

Dalam kesempatan yang sama, Camat kecamatan Cibatu Sardiman Tanjung juga mengapresiasi kepada Jamkrindo dan Salarea Foundation, yang telah telah memberikan dukungannya terhadap aktivitas masyarakat Cibatu dalam penanganan sampah. “Saya sangat mendukung program yang diselenggarakan oleh Salarea Foundation yang berupaya menanggulangi sampah menjadi sebuah produk yang bernilai, baik pengolahan sampah menjadi pupuk organik maupun paving block,” katanya.

Pendiri Salarea Foundation Dadan M Ramdan bilang, pihaknya tak henti dan terus mengajak masyarakat Cibatu untuk lebih peduli lagi terhadap persoalan lingkungan dan sampah ini. Kami mendirikan rintisan Rumah Sampah Salarea untuk melengkapi unit divisi MPL yang salah satu kegiatannya adalah memlilah sampah dan membuat paving block dari sampah plastik.

Baca Juga:  PT PLN (Persero) UP3 Garut Siap Melakukan MoU Dengan Kadin Garut

“Sampah plastik yang masih bisa didaur ulang ini selanjutnya diolah di bank sampah. Alhamdulillah, kami mendapat bantuan dua mesin cacah sampah plastik dari Jamkrindo. Mesin ini jadi aset sangat berharga bagi rintisan Rumah Sampah Salarea,” paparnya.

Menurut Dadan, sebelumnya Jamkrindo juga memfasilitasi pendirian Rumah Pawon Salarea, satu divisi usaha di Salare Foundation dalam pengembangan komoditas kopi dan pemberdayaan petani kopi di Garut. “Jamkrindo juga memfasilitasi pengembangan demplot kopi seluas 5 hektare dan pengolahan kopi dengan memberikan bantuan mesin roasting dan mesin giling kopi,” sebutnya.

Ke depan, Dadan mengungkapkan, Rumah Sampah Salarea akan menginisiasi program beasiswa anak yatim piatu dan tukar sembako dengan sampah bagi warga tidak mampu dari hasil penjualan sampah plastik. “Rumah Sampah Salarea menyisihkan sebagian pendapatan dari omzet penjualan sampah plastik untuk subsidisi beasiswa,” imbuhnya. (Dani R/Jb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here