Ngaku Dibegal dan Kehilangan Duit Rp 1,3 miliar, Ibu Asal Garut Meringkuk di Penjara

0
144

GARUT, JABARBICARA.COM – IS (31) seorang ibu-ibu asal Garut kini meringkuk di penjara lantaran membuat keterangan bohong. Dia mengaku dibegal dan kehilangan duit Rp 1,3 miliar.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto menjelaskan, IS mengaku dibegal tiga orang pria dan kehilangan motor, telepon genggam hingga uang Rp 1,3 miliar pada Jumat (8/10) lalu di kawasan Jalan Raya Cisurupan, Garut.

“Yang bersangkutan pada saat itu kemudian membuat laporan polisi di Polsek Cisurupan,” ucap Wirdhanto kepada wartawan, Senin (11/10/2021).

Tim Sancang Polres Garut kemudian dikerahkan menyelidiki kejadian itu. Sejak awal melakukan olah TKP dan penyelidikan polisi curiga ada kejanggalan dalam kejadian itu.

Setelah memeriksa IS dan sejumlah saksi, kata Wirdhanto, penyidik menyimpulkan IS berbohong dan merekayasa kejadian tersebut.

Baca Juga:  Beroperasi di Tengah Pemukiman Padat, Tempat Pemotongan Unggas di Perbatasan Desa Situsaeur dan Situgede Karangpawitan, Diduga Tak Berijin?

“Yang bersangkutan mengakui dia tidak dibegal dan kejadian pembegalan tersebut tidak terjadi,” katanya.

Berdasarkan pengakuan IS, dia mengaku sengaja merekayasa kejadian itu karena pusing terlilit utang yang banyak.

“Dia sengaja merekayasa dengan alasan terlilit utang. Oleh karena itu, dia merekayasa situasi supaya orang lain termasuk penagih utang iba,” kata Wirdhanto

Berdasarkan pengakuan IS, dia terlilit utang hingga puluhan miliar rupiah. Ada beberapa sumber utang yang melilit IS.

“Puluhan miliar. Buat bisnis tapi macet,” kata IS saat ditanya Wirdhanto.

Selain mengamankan IS, polisi juga mengamankan seorang pria inisial MM. Dia diketahui merupakan teman lelaki yang membantu IS melakukan rekayasa.

“MM terlibat menyembunyikan motor milik IS. Motor itu tidak dibegal tapi disembunyikan di gudang milik MM,” katanya.

Baca Juga:  Kreatifitas Warga Cikedokan Dalam Budi Daya Ayam Pelung

IS dan MM kini ditahan di Mako Polres Garut. Mereka dijerat Pasal 220 dan 242 KUHP terkait keterangan palsu.

“Ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” singkat Wirdhanto.(Asraf/Jabi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here