FPKP desak Pemkab Garut Cukupi Semua Hak Kesehatan Pasien COVID-19

0
246

GARUT, JABARBICARA.COM– Kabupaten Garut sudah memasuki Zona yang mencekam, hampir setiap hari mendengar banyak warga Garut yang meninggal begitu pula banyak tenaga kesehatan yang meninggal akibat COVID-19.
Rumah sakit serta tempat tempat yang di tunjuk sebagai rumah sakit darurat COVID-19 sudah penuh dengan pasien yang di isolasi begitupula banyak warga Garut yang sedang Isolasi Mandiri dirumahnya masing masing.

Kepada jabarbicara.com, Selasa (22/06/2021), Forum Pemerhati Kebijakan Pemerintah (FPKP) kabupaten Garut Ahmad 77 berharap pemerintah daerah Kabupaten Garut mencukupi semua hak kesehatan pasien COVID-19, termasuk yang sedang melakukan isolasi mandiri. FPKP mendesak Pemerintah Daerah khususnya Dinas Kesehatan untuk dapat mencukupi semua hak kesehatan pasien COVID-19, termasuk yang sedang melakukan isolasi mandiri.

Baca Juga:  Memutus Rantai Penularan Covid-19 Klaster Perkantoran, Dinas Ketahanan Pangan Garut Lakukan Penyemprotan Disinfektan

” Saya rasa sangat perlu adanya sosialisasi dan edukasi bagi pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 ” tegasnya

” Dinas Kesehatan harus tanggap dan sigap. Sosialisasi dan edukasi harus dilakukan secara masif. Jangan hanya 5 M saja tapi Pemerintah Daerah atau Dinas Kesehatan perlu melakukan sosialisasi apa saja yang harus dilakukan masyarakat saat isolasi mandiri. Misalnya, cara yang benar dan tepat bagaimana pasien COVID-19 harus bersosialisasi dengan tetangga sekitar. Yang terpenting, penuhi segala kebutuhan mereka dan Gratiskan vitamin dan obat-obatan yang dibutuhkan” ujarnya

Perlu diketahui juga, banyak rumah sakit rujukan COVID-19 yang sudah penuh. Padahal jumlah yang terkonfirmasi COVID-19 semakin meningkat. Banyak sekali pasien yang harus isolasi mandiri. Sedangkan jumlah pasien yang melakukan isolasi mandiri ini angka pastinya belum diketahui.

Baca Juga:  Selama Ramadhan Pemkab Garut Ubah Upacara ASN Jadi Tausyiah

“Meskipun pemerintah saat ini sedang memulai vaksinasi serempak, jangan sampai lengah sedikit pun. Situasi sekarang sedang genting. Pemerintah harus sigap dan tanggap. Jangan hanya fokus pada vaksinasi tetapi penanganan pasien dilupakan,” pungkas Ahmad

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here