Kabupaten Garut Membutuhkan 3,6 Juta Dosis Vaksin Untuk Proses Vaksinasi

0
134

GARUT, JABARBICARA.COM– Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan bahwa kebutuhan vaksin bagi masyarakat di Kabupaten Garut sekitar 3,6 juta dosis vaksin, demi kesesuksesan vaksinasi di Kabupaten Garut.

“Maksimal satu tahun itu sudah selesai semua (termasuk vaksinasi masyarakat). Kan kami ini kalau memang ini (membutuhkan) sekitar 1,8 juta (dosis), 1,8 juta orang kali dua berarti 3,6 juta,” ujar Rudy saat peninjauan Simulasi Vaksinasi di Puskesmas Pembangunan, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum’at (08/01/2021).

Untuk tahap pertama ini, lanjut Rudy, Kabupaten Garut menerima sekitar 6000 dosis yang dipriotitaskan kepada tenaga kesehatan (nakes). “Kami menerima secara bertahap kami sekarang menerima sekitar untuk nakes dulu kurang lebih 6000. Semua kuota yang ditetapkan oleh kementrian dipenuhi oleh negara, jadi negara memberikan untuk seluruh yang ditetapkan sesuai dengan apa yang ada dalam Kementerian Kesehatan,” ucapnya.

Baca Juga:  Mahasiswa IPI Garut Benarkan ada Yang Terluka Saat Aksi Depan DPR RI

Rudy menyampaikan, pihaknya sementara ini proses vaksinasi akan dilakukan di 67 titik Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) yang tersebar di Kabupaten Garut. “Sementara ini kita gunakan di Puskesmas, ada 67 (titik) tapi kita akan memperbanyak untuk memberikan kemudahan di beberapa tempat sesuai dengan kebutuhan, di Puskesmas dulu yang akan diberikan, nanti kalau memang misalnya kita memerlukan pelayanan lebih cepat, kita buka lagi kalau memang nakesnya cukup, kan kita juga terbatas,” ungkapnya.

Rudy mengatakan, bahwa ia dan Wakil Bupati Garut, dr, Helmi Budiman, akan menjadi orang pertama yang divaksin di Kabupaten Garut. “Nanti tanggal 14 saya, pak wakil dan pimpinan daerah, tokoh masyarakat akan divaksin duluan, menggunakan Vaksin Sinovac dari China, hari Kamis minggu depan setelah Bapa Presiden (Joko Widodo), kami akan (divaksin) di sini (Puskesmas Pembangunan) akan divaksin dulu, setelah itu baru nanti sesuai dengan protokol yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, itu melalui nakes, pejabat publik, dan sebagainya adalah urutannya.” pungkasnya. (Atoet/Jb)

Baca Juga:  Ulah Oknum Wartawan Membuat Kepala Sekolah Merasa Terhina

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here