Masalah BPNT Kersamanah, Selisih Lebih Harga Dikonversikan Biaya Transport Kirim Barang

0
32

GARUT, JABARBICARA.COM— Penyaluran bantuan program sembako yang dulu berupa program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di beberapa desa di Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut, kini diduga nilai barangnya tidak mencapai Rp. 200.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Komoditi yang diterima KPM terdiri atas beras10 Kg; telur 16 butir; daging ayam 1 Kg; buah pir 2 buah, ditambah sayuran wortel. 

Guna mengelabui KPM diduga penyalur dan TKSK melakukan mark up harga setiap item barang dengan dalih biaya transfort pengiriman.

Salah seorang KPM, Siti Aminah, warga Kampung Reuma, membenarkan telah menerima bantuan program BPNT yang disalurkan oleh agen melalui ketua kelompok.

“Barang yang saya terima, berupa beras, telur, daging ayam, buah pir dan wortel yang diterima melalui ketua kelompok,” ujar Siti, Senin (11/05/2020) kepada wartawan.

Baca Juga:  Pisew 2020, Kecamatan Cibatu diduga Miliki dua SK BKAD.

Dikatakan Siti, disaat pandemic corona bantuan ini sangat membantu meringankan beban.

“Kalau masalah barang totalnya senilai Rp. 200 ribu, saya tidak tahu. Yang jelas menerima barang,” ucapnya.

Sementara Ketua Kelompok, Sari Rahmini, mengatakan, jumlah penerima di Kampung Reuma sebanyak 20 KPM.

“Kalau harga ada tambahan buat transfort sehinga ada item harganya naik,” singkatnya.

Diketahui, harga komoditi ayam dan telur saat ini dipasar sedangturun drastis. Namun saat dilihat dari harga yang masuk ke KPM daging ayam harganya Rp 30000/Kg dan telur ayam Rp 30000 untuk 16 butir.

Selain itu, ada penerima bantuan yang sudah hampir 6 bulan kartunya tidak bisa digunakan. Selama ini TKSK Kecamatan Kersamanah tidak pernah membantu untuk perbaikan ke pihak Bank. Akibatnya setiap bulan lansia ini hanya bisa gigit jari. (Tim IWO) 

Baca Juga:  Sandiaga Uno: Harus segera Diberikan Bantuan Sembako dan Tunai

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here